SPMB Online Tutup Celah Pungli
SPMB Online Tutup Celah Pungli--
WONOSOBO – Disdikpora Wonosobo memastikan proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan transparan dan akuntabel.
Melalui penerapan sistem berbasis daring (online) secara penuh, potensi manipulasi data dan praktik pungutan liar dipastikan terkunci rapat.
"Ketika pakai sistem, itu sudah tidak bisa ada rembugan di belakang. Seluruhnya online, baik jalur reguler maupun tahap pemenuhan kuota," tegas Kepala Seksi Data dan Informasi Disdikpora Wonosobo, Heru Widodo, kemarin.
Pada tahun ini, Disdikpora menyediakan total daya tampung sekolah negeri sebanyak 23.256 kursi. Jumlah tersebut terbagi untuk 443 SD negeri (14.533 kursi) dan 72 SMP negeri (8.723 kursi) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo.
Hingga Selasa (2/6), progres pendaftaran untuk kedua jenjang menunjukkan dinamika yang berbeda.Setelah membuka pendaftaran reguler pada 19–22 Mei lalu, tercatat 9.374 siswa mendaftar, dengan 9.090 di antaranya telah melakukan daftar ulang.
Menurutnya saat ini, sejumlah sekolah masih membuka pemenuhan kuota untuk mengisi sisa kursi akibat adanya calon siswa yang tidak mendaftar ulang atau kuasitas kelas yang belum terpenuhi. Proses ini resmi ditutup pada Selasa (2/6).
Sedangkan pendaftaran jenjang SMP baru dibuka pada Selasa (2/6) dan akan berlangsung hingga Jumat (5/6) mendatang. Hingga Selasa siang, data Disdikpora mencatat baru ada 4.077 pendaftar, atau sekitar 46% dari total daya tampung yang tersedia (8.723 kursi). Angka ini diprediksi akan terus melonjak tajam dalam beberapa hari ke depan.
Ada yang berbeda pada SPMB tahun ini. Istilah "Zonasi" kini resmi berganti menjadi Jalur Domisili. Kendati mengalami perubahan nomenklatur, namun prinsip utamanya tetap sama, yakni memprioritaskan kedekatan jarak antara tempat tinggal siswa dengan sekolah tujuan.
"Domisili menekankan kewilayahan. Untuk mendukung pemerataan akses pendidikan, kami membagi wilayah domisili ke dalam tiga klaster berdasarkan kedekatan lokasi," ujarnya.
Rincian pembagian kuota jalur masuk SPMB 2026 di Wonosobo jalur masuk kuota SD domisili 80%, afirmasi15%, mutasi 5% dan Prestasi 0%.
Keberhasilan SPMB 2026 tidak hanya terlihat dari sistem yang kokoh, melainkan juga dari meningkatnya literasi digital masyarakat Wonosobo.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana kantor Disdikpora selalu diserbu ratusan orang tua murid yang kebingungan membuat akun atau mengunggah dokumen, tahun ini suasananya justru lengang.
"Yang datang ke sini sekarang hampir tidak ada. Kalau tahun lalu kami bisa melayani ratusan pertanyaan per hari, sekarang yang masuk lewat hotline atau layanan pengaduan hanya berkisar puluhan saja," pungkasnya. (gus)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: