Ramadhan Bulan Menuntut Ilmu, Perbanyak Tilawah plus Tadabur Al Qur’an

Ramadhan Bulan Menuntut Ilmu, Perbanyak Tilawah plus Tadabur Al Qur’an

Ramadhan Bulan Menuntut Ilmu, Perbanyak Tilawah plus Tadabur Al Qur’an--

MAGELANG EKSPRES-Di samping Ramadhan merupakan bulan Al-Qur'an, Ramadhan juga merupakan bulan menuntut ilmu.

Malik bin Anas meninggalkan riwayat hadits dan Sufyan At-Tsauri meninggalkan semua ibadah selain Al-Qur'an selama bulan Ramadhan. Disebutkan dengan redaksi seperti itu.

Bagaimana kita menyikapi riwayat seperti ini? Jawabannya, sebagian ulama menyebutkan bahwasanya riwayat ini tidak sahih.

BACA JUGA:Memuliakan Hari Jumat dengan Memperbanyak Membaca Al Qur’an, Berdzikir dan Bershalawat

Syaikh Al-Albani rahimahullahu Ta'ala juga menjelaskan bahwa yang dianjurkan adalah memperbanyak bacaan Al-Qur'an, bukan meninggalkan semua ibadah selain Al-Qur'an.

Jadi, ini dua hal yang berbeda. Kita dianjurkan untuk memperbanyak bacaan Al-Qur'an, tidak berarti meninggalkan ibadah lain selain Al-Qur'an. Tentunya inijuga tidak mungkin dilakukan oleh para ulama kita, maksudnya ini _mubalaghah.

Jadi, ibadah-ibadah yang berhubungan dengan ilmu, mereka tinggalkan. Tentunya shalat wajib masih dilakukan, ibadah shalat sunah juga dilakukan. Tapi maksudnya, yang berhubungan dengan bacaan. Mungkin mereka tidak meriwayatkan hadits, mereka tidak mengajar lagi, kajian-kajian mereka tutup untuk fokus pada Al-Qur'an.

Seperti dijelaskan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullahu Ta'ala, yang diperintahkan atau yang dianjurkan adalah memperbanyak bacaan Al-Qur'an, bukan meninggalkan semua amalan atau semua ibadah selain bacaan Al-Qur'an. Di samping itu, tilawah dengan kualitas yang lebih baik, yaitu tilawah plus tadabur, itu adalah juga bentuk menuntut ilmu.

BACA JUGA:Pelajaran Berharga dari Ibnu Taimiyah : Al Qur’an adalah Obat Mujarab untuk Hati

Jadi kalau kita membaca Al-Qur'an tapi kita tingkatkan, tilawah ini bukan hanya sekadar tilawah, tapi tilawah plus tadabur, maka itu adalah menuntut ilmu.

Seseorang yang membaca Al-Qur'an, tapi dia tidak sekadar membaca. Dia bisa sekaligus membaca terjemahnya dan tafsirnya atau di-tadabur. Kita gali dengan merenungkan makna ayat-ayat ini kemudian bisa keluar hikmah-hikmah yang banyak. Kita bisa menyimpulkan dan mencatat. Maka hal seperti ini sebenarnya adalah proses ‘thalabul ilmi’ (menuntut ilmu).

Artinya, orang dengan membaca Al-Qur'an, sekaligus bisa menuntut ilmu. Dia melewati ayat tentang puasa, kemudian dibaca hukum-hukumnya. Itu sama halnya belajar fikih.

Demikian juga kalau melewati ayat-ayat tentang haji, kemudian dia pahami dan ditadaburi, berarti  telah belajar fikih. Atau ketika dia melewati ayat-ayat tentang penciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala, ayat-ayat tauhid, itu berarti  telah belajar tauhid.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa membaca Al-Qur'an bisa seiring sejalan dengan menuntut ilmu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: