Pengetan Jumenengan Purworejo 2026: Dua Sendratari Warnai Hari Jadi ke-195

Pengetan Jumenengan Purworejo 2026: Dua Sendratari Warnai Hari Jadi ke-195

Prosesi Pengetan Jumenengan Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo berlangsung sakral dengan sajian 2 sendratari di Pendopo Kabupaten Purworejo.-Eko Sutopo-Magelang Ekspres

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.ID – Sajian 2 sendratari mewarnai prosesi Pengetan Jumenengan yang menjadi rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo, Kamis (26/2) malam.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pengetan Jumenengan digelar di Pendopo Kabupaten Purworejo untuk mengingatkan kembali sejarah, yakni prosesi pelantikan Bupati Purworejo pertama, RAA Tjokronegoro I.

Prosesi Jumenengan berlangsung sakral dihadiri Bupati Purworejo, Hj Yuli Hastuti SH, bersama Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi, jajaran Forkopimda, para Kepala Perangkat Daerah, serta trah atau keturunan RAA Tjokronegoro I.

Bupati Purworejo, Yuli Hastuti SH, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pengetan Jumenengan bukan sekadar seremoni budaya, melainkan refleksi perjalanan panjang masyarakat Purworejo dalam menjaga jati diri, persatuan, serta nilai kearifan lokal.  

BACA JUGA:Ketua DPRD: Hari Jadi ke-195 Purworejo Momentum Refleksi dan Evaluasi

“Mari jadikan momentum ini, sebagai pengingat akan semangat para pendiri dan leluhur dalam membangun Kabupaten Purworejo dari masa ke masa,” katanya.

Lebih lanjut bupati mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk bersama-sama menjadikan Purworejo daerah yang semakin berkembang, yang tetap memegang teguh pada nilai-nilai budaya lokal, tetapi tetap terbuka dan adaptif terhadap kemajuan zaman, menuju Kabupaten Purworejo yang Berdaya Saing, Sejahtera, Religius dan Inovatif.

Bupati pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia, seluruh seniman dan seluruh pihak yang telah berperan dalam Pengetan Jumenengan ini.

“Semoga apa yang kita laksanakan ini dapat terus membangkitkan gerakan pelestarian kekayaan budaya yang menjadi jati diri Kabupaten Purworejo tercinta,” tandasnya.

BACA JUGA:Polres Purworejo Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Pengetan Jumenengan digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo.

Tahun ini, Pengetan Jumenengan menampilkan dua pagelaran sendratari  utama, yaitu “Beksan Bedayan Kidung Cakra” karya Melania Sinaring Putri SSn dan “Beksan Saptarengku Cakra” karya Wibi Supri Andoko SPd.

Beksan Bedayan Kidung Cakra  yang diperagakan oleh tujuh penari perempuan merupakan tarian yang ditampilkan khusus, yakni pada Pengetan Jumenengan Bupati pertama Purworejo RAA Tjokronegoro I.

Beksan tersebut merupakan tarian yang mengisahkan lingkaran kehidupan manusia yang terus berputar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: