Gerakan Pangan Murah Digelar di Tretep Temanggung, Warga Serbu Sembako Murah Jelang Lebaran

Gerakan Pangan Murah Digelar di Tretep Temanggung, Warga Serbu Sembako Murah Jelang Lebaran

Warga Kecamatan Tretep antusias belanja di pasar murah di halaman kantor kecamatan setempat.-Setyo Wuwuh-Magelang Ekspres

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.ID — Pemerintah Kabupaten Temanggung menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Kecamatan Tretep, Selasa, 3 Maret 2026.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kenaikan harga sembilan bahan pokok selama bulan Ramadan hingga menjelang perayaan Idul Fitri.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Temanggung, Panca Dewi Agus Setyawan, mengatakan bahwa program tersebut bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Hari ini kita mengadakan Gerakan Pangan Murah. Tujuannya agar masyarakat bisa memenuhi semua kebutuhannya, terutama sebelum Lebaran ini yang biasanya harga-harga naik,” ujarnya di sela menghadiri kegiatan tersebut.

BACA JUGA:SPPG Giyanti Temanggung Ditutup, Makanan Berjamur Picu Evaluasi MBG

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas kebutuhan pokok dijual kepada masyarakat, di antaranya beras SPHP, minyak goreng, telur, serta berbagai jenis sembako lainnya. Selain itu, produk-produk dari pelaku UMKM juga turut dipasarkan.

Sejak pagi hari, warga terlihat antusias mendatangi lokasi kegiatan untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Panca Dewi berharap kegiatan Gerakan Pangan Murah ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya selama menjalankan ibadah puasa.

“Semoga saja bisa meringankan beban masyarakat saat menjalankan puasa ini,” harapnya.

BACA JUGA:Komisi IX DPR Temukan Kejanggalan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis

Salah seorang warga Kecamatan Tretep, Tukiyah (53), menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah dan pihak kecamatan atas penyelenggaraan pasar murah tersebut. 

Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu masyarakat karena harga kebutuhan pokok biasanya meningkat menjelang Lebaran.

“Matur suwun kangge pemerintah kaleh kecamatan pun entenke pasar murah, kacek kaleh ewu saget kangge nambah tumbas liane,” tuturnya.

Ia menjelaskan, selisih harga sekitar dua ribu rupiah dari pasar dapat dimanfaatkan untuk menambah kebutuhan lainnya bagi keluarganya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: