DAK Rp8 Miliar Hilang, Jalan Mojotengah Wonosobo Tertunda 2027
DPRD. Wakil Ketua DPRD Wonosobo Mugi Sugeng saat diwawancarai di ruang badan anggaran. - AGUS SUPRIYADI - MAGELANG EKSPRES-DPRD. Wakil Ketua DPRD Wonosobo Mugi Sugeng saat diwawancarai di ruang badan anggaran. - AGUS SUPRIYADI - MAGELANG EKSPRES-
WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID - Harapan warga 4 desa di Kecamatan Mojotengah untuk menikmati jalan mulus dalam waktu dekat nampaknya harus tertunda lebih lama.
Wakil Ketua DPRD Wonosobo, Mugi Sugeng, mengungkapkan bahwa perbaikan total ruas jalan tersebut baru diproyeksikan terealisasi pada 2027 mendatang.
Pernyataan ini muncul merespons aksi protes warga pada Sabtu (28/2) lalu terkait kerusakan jalan yang kian parah. Mugi membeberkan bahwa sebenarnya proyek ini sudah masuk perencanaan sejak 2024, namun terganjal masalah klasik, anggaran.
Menurut Mugi, pihaknya sempat mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke pemerintah pusat sebesar Rp8 miliar. Namun, rencana tersebut buyar akibat kebijakan efisiensi.
BACA JUGA:Atasi Banjir Rob, Pembangunan Giant Sea Wall di Jateng Akan Capai 274,7 Km
"Sejujurnya sudah kita rencanakan sejak 2024. Tapi karena terkena efisiensi dari pusat, anggaran DAK sekitar 8 miliar itu hilang atau ter-delete," ujar Mugi kemarin.
Mengingat APBD tahun berjalan sudah "terkunci", pengaspalan total mustahil dilakukan tahun ini. Sebagai langkah darurat agar tidak memakan korban jiwa, DPRD mendorong Pemkab Wonosobo untuk segera melakukan penanganan di titik-titik paling kritis.
Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain,penambalan pada lubang-lubang jalan yang membahayakan, dengan target menekan risiko kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jalan. Kemudian memasukkan ruas Kalibeber-Deroduwur dalam skala prioritas pembangunan 2027.
BACA JUGA:Lahar Dingin Merapi Terjang Sungai Srowol Magelang, 1 Tewas, 4 Hilang
Mugi menilai aksi turun ke jalan yang dilakukan warga merupakan hal yang wajar sebagai bentuk menuntut hak atas keadilan infrastruktur. Ia berharap Pemda segera mencari solusi taktis sebelum perbaikan permanen dilakukan.
"Apa pun itu, adalah hak masyarakat untuk menuntut pembangunan. Mudah-mudahan pemerintah daerah segera merespons kondisi di lapangan," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, lelah dengan kondisi infrastruktur yang tak kunjung membaik, puluhan warga dari empat desa di Kecamatan Mojotengah, menggelar aksi simbolik di ruas jalan Kalibeber-Deroduwur, Sabtu (28/2).
Aksi unik sekaligus menyentil ini dilakukan oleh warga Desa Deroduwur, Derongisor, Mojosari, dan Pungangan yang tergabung dalam Aliansi Infrastruktur Berkeadilan.
BACA JUGA:PDAM Purworejo Luncurkan Paket Lebaran: Diskon Pasang Air dan Undian Umroh Gratis
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres