Pedagang Daging Sapi Magelang Mogok 3 Hari, Pemkot Lobi Pemasok Luar Daerah

Pedagang Daging Sapi Magelang Mogok 3 Hari, Pemkot Lobi Pemasok Luar Daerah

Los daging di Pasar Rejowinangun Kota Magelang tampak kosong melompong menyusul aksi mogok jualan yang dilakukan para pedagang, Jumat, 19 Juni 2026.-SEPTIANA SYAKIRA-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Aksi mogok jualan yang dilakukan oleh para pedagang daging sapi di Kota Magelang selama tiga hari terakhir memicu intervensi dari pemerintah setempat.

Jalur komunikasi dan lobi dengan pemasok luar wilayah kini tengah dibuka guna mengamankan ketersediaan stok dan menekan gejolak harga di pasaran.

Walikota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, persoalan rantai pasok tersebut harus diselesaikan tanpa mengorbankan salah satu pihak.

BACA JUGA:Penjualan Daging Sapi Eceran di Pasar Rejowinangun Kota Magelang Turun Drastis Usai Iduladha

Kebutuhan pedagang, kelancaran distribusi dari penyuplai, hingga daya beli masyarakat sebagai konsumen akhir, menjadi pertimbangan utama.

"Pemerintah intinya memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Tentunya nanti ada win-win solution untuk semuanya," kata Damar, Jumat (19/6/2026).

Upaya penyelesaian konflik itu, lanjutnya, dirancang agar tidak memunculkan kerugian baru bagi perekonomian daerah.

BACA JUGA:Harga Daging Sapi di Temanggung Naik Jadi Rp145 Ribu per Kg, Stok Dipastikan Aman

Pasalnya, ketersediaan daging sapi sangat krusial bagi pemenuhan gizi dan kebutuhan harian warga.

"Solusi itu untuk semuanya, entah itu dari pihak pedagang maupun masyarakat," tuturnya.

Demi mengantisipasi kelangkaan berkepanjangan, Damar mengaku telah menginstruksikan jajarannya untuk menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah pemasok daging dari luar wilayah.

BACA JUGA:Tingkatkan Kelas UMKM, Ahmad Luthfi Ingin Bank Jateng Perluas Modal Bunga Rendah

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Magelang Eddy Sutrisno menilai, aksi protes tersebut merupakan sinyal kuat adanya masalah struktural dalam rantai perdagangan daging sapi.

Kondisi lesu itu memaksa para pengecer mengambil langkah ekstrem dengan menutup lapak mereka.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait