Antisipasi El Nino, Pemkab Magelang Siagakan 150 Relawan Hadapi Kemarau Panjang
Wakil Bupati Magelang Sahid di hadapan seratusan sukarelawan kebencanaan di Pendopo BPBD Kabupaten Magelang, Rabu (8/7/2026).-IST-MAGELANG EKSPRES
MUNGKID, MAGELANGEKSPRES.ID - Kabupaten Magelang menyiagakan 150 sukarelawan kebencanaan guna menghadapi ancaman kemarau panjang yang diprediksi memuncak pada Agustus 2026 menyusul datangnya fenomena cuaca El Nino.
Wakil Bupati Magelang Sahid meminta masyarakat dan sukarelawan meningkatkan kesiapsiagaan bencana, salah satunya dengan memitigasi potensi krisis air bersih serta kebakaran hutan dan lahan.
Menurut Sahid, kesiapsiagaan ini amat mendesak dilakukan mengingat tingginya angka kejadian bencana di wilayah tersebut, terutama bagi warga yang bermukim di kawasan lereng gunung.
"Kondisi (kemarau) ini berpotensi memicu krisis air bersih, kekeringan lahan pertanian yang berdampak pada ketahanan pangan, hingga meningkatnya risiko kebakaran,” kata Sahid, saat memimpin rapat konsolidasi di Pendopo Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Rabu (8/7/2026).
BACA JUGA:Borobudur Marathon 2026 Kuota Ditambah 12.500 Pelari, Sasar Perputaran Ekonomi Rp 100 Miliar
Tingkat kerawanan wilayah itu tergambar jelas dari catatan Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Magelang.
Sepanjang 2025, tercatat ada 298 musibah di daerah tersebut. Tren ancaman itu rupanya belum surut, sebab hingga pertengahan tahun ini saja, rentetan kejadian bencana alam sudah menyentuh angka 266 kasus.
Di tengah tingginya potensi bahaya tersebut, kehadiran sukarelawan menjadi amat vital.
BACA JUGA:Pemkot Magelang Dorong TKL Berinovasi, Wisata Malam Tembang Kenangan Jadi Andalan
Mereka didorong untuk proaktif mengedukasi warga di lingkungannya masing-masing agar mulai menghemat air, sekaligus mendeteksi dini kemunculan titik api.
"Relawan merupakan ujung tombak, mata, dan telinga pemerintah. Mereka yang paling dekat dengan masyarakat sekaligus memahami karakteristik wilayahnya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Bambang Hermanto menjelaskan, ratusan peserta rapat konsolidasi itu berasal dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) serta komunitas lintas warga di 21 kecamatan.
BACA JUGA:Viral! Pelaku Curanmor di Masjid Agung Purworejo Ditangkap, Uang Judi Online Jadi Pemicu
Penguatan kapasitas dilakukan sebagai respons taktis atas prakiraan cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres