Petani Kopi Windusari Magelang Terapkan Penyiraman Pintar Berbasis Ponsel
Tim pengabdian Untidar bersama Kelompok Tani Sidodadi saat menguji coba sistem penyiraman pintar berbasis Internet of Things (IoT) untuk bibit kopi dan alpukat di Dusun Campurrejo, Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari.-IST-MAGELANG EKSPRES
WINDUSARI, MAGELANGEKSPRES.ID - Aktivitas petani di Dusun Campurrejo, Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, kini mulai memasuki era pertanian cerdas.
Kelompok Tani Sidodadi tidak lagi sepenuhnya mengandalkan tenaga manual untuk menyiram bibit kopi dan alpukat. Mereka mulai memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) yang memungkinkan penyiraman dikendalikan melalui ponsel.
Teknologi tersebut diterapkan melalui Smart Irrigation System, yang dikembangkan tim pengabdian Universitas Tidar dan diuji langsung di lahan pembibitan Kelompok Tani Sidodadi, Kamis (20/8/2026).
BACA JUGA:Dosen Untidar Lakukan Pengabdian Masyarakat di Bidang Pengelasan Listrik di Sukorejo Mertoyudan
Windusari selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil kopi di Kabupaten Magelang.
Kopi dari kawasan tersebut bahkan pernah mencatat prestasi di tingkat nasional dalam kategori kualitas.
Namun, proses pembibitan masih menjadi tantangan, khususnya ketika memasuki musim kemarau dan kebutuhan air meningkat.
Ketua Kelompok Tani Sidodadi, Dodik Yudiantoro, mengatakan penyiraman menjadi salah satu pekerjaan yang cukup menyita waktu petani.
“Dulu, urusan nyiram itu paling menyita waktu. Belum lagi kalau tidak ada tenaga untuk cek kondisi bibit,” ujarnya.
BACA JUGA:Untidar dan Pemkot Berkolaborasi Bangun Smart Greenhouse Kota Magelang untuk Ketahanan Pangan
Melalui sistem baru tersebut, petani cukup memantau kondisi tanaman melalui aplikasi di ponsel. Sensor kelembapan tanah yang dipasang di sekitar zona perakaran akan membaca kondisi tanah secara berkala.
Data tersebut kemudian diproses menggunakan mikrokontroler ESP32.
Ketika tingkat kelembapan berada di bawah ambang yang telah ditentukan, sistem akan memberikan perintah kepada solenoid valve untuk membuka aliran air secara otomatis.
Ketua tim pengabdian Universitas Tidar, Raka Mahendra Sulistiyo dari Program Studi Teknik Mesin, mengatakan teknologi tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan nyata petani.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres