MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Pengembangan desa wisata di Kabupaten Wonosobo masih menghadapi sejumlah persoalan yang cukup pelik. Mulai dari persoalan kreativitas, menurunya jumlah kunjungan, penataan, konflik pengelolaan hingga masalah dampak lingkungan. Padahal desa wisata menjadi impian masyarakat Wonosobo. Terkait hal tersebut, pelaku wisata desa, pemerintah desa, biro wisata dan pemerintah diharapkan mencari jalan keluar menyatukan pandangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Desa di Kabupaten Wonosobo memiliki banyak potensi wisata untuk dikembangkan, namun karena latah hanya ikuti tren, justru pengelolaan jalan ditempat dan cita-cita menjadi desa impian justru semakin jauh dari harapan,” ungkap Ketua DPC Kagama Wonsobo, Kartini dalam talkshow Perahu Retak Desa Wisata di Mendolo Creatif Hub kemarin. Baca juga Kembali dari Luar Kota, Temukan Istri Tewas di Dapur Rumah Menurutnya, dari hasil kajian yang dilakukan kalangan media di Wonosobo, bahwa desa wisata menjadi pembicaraan paling ramai dan serius seiring muncul kebijkan terkait dana desa, lima tahun silam hingga saat ini. Akan tetapi belakang banyak desa yang mengklaim sebagai desa wisata belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. “Pendampingan dan fasilitasi pemerintah baik desa maupun kabupaten sudah digelontorkan ke desa wisata, akan tetapi ekspektasi masyarakat Wonosobo terhadap desa wisata yang mereka harapkan belum sepenuhnya bisa diihat,” ucapnya. Harapan masyarakat terhadap adanya desa wisata diantaranya desa yang ramai kunjungan, bersih, tertata rapi, berbasis potensi desa, seni dan budaya setempat, dan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara luas. “Harapan masyarakat besar terhadap desa wisata, namun partisipasi masih cukup rendah, dilihat dari kesadaran dalam memberikan pelayanan wisata,” katanya. Berkaitan dengan hal tersebut, sudah saatnya semua pihak tidak membangun ego masing-masing, para pelaku dan pengelola serta biro travel untuk menyatukan agar desa wisata benar-benar menjadi harapan masyrakat. Sementara itu, Ketua FK Pokdarwis Wonosobo Ahnaf Kustanto mengemukakan bahwa kondisi desa wisata tidak bisa disamaratakan. Sebab, pengembangan terus dilakukan secara kreatif oleh desa wisata di Wonosobo. Diantaranya membangun jalur desa wisata berbasis kawasan dan juga melatih kapasitas kelembangan anggota pokdarwis. “Seluruh desa wisata di Wonosobo dikelola oleh kelompok sadar wisata, pengembagan secara kreatif terus dilakukan. Selain membuat paket -paket perjalan juga membuat membangun kawasan terintegrasi antara desa yang satu dengan yang lain,” katanya. Pihaknya berharap masyarakat tidak sekedar memberikan cap buruk terhadap upaya yang dilakukan oleh kelompok sadar wisata. Namun, juga memberikan dukungan dan membantu pengembangan desa wisata di Wonosobo agar kunjungan semakin meningkat. (gus)
Desa Wisata Didorong Segera Berbenah
Senin 10-02-2020,02:44 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 30-04-2026,09:00 WIB
Warung Z-Mart Baznas Hadir di Purworejo, 40 UMKM Kelontong Dapat Bantuan dan Pendampingan
Kamis 30-04-2026,09:24 WIB
Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun di Cilacap, Targetkan 600 Ribu Lapangan Kerja
Kamis 30-04-2026,09:52 WIB
Patahkan Mitos Modal, Walikota Magelang Ungkap Kunci UMKM Bisa Bertahan dan Berkembang
Kamis 30-04-2026,08:00 WIB
Sidang Pembunuhan Lansia di Purworejo, 12 Saksi Ungkap Dugaan Perencanaan Pelaku
Kamis 30-04-2026,11:03 WIB
Efek Makan Bergizi Gratis, Harga Sayur di Magelang Meroket, Bunga Kol Malah Anjlok
Terkini
Kamis 30-04-2026,20:41 WIB
Pacu Produksi Nasional, Kementan Tanam Padi Serempak di 25 Provinsi
Kamis 30-04-2026,19:31 WIB
Pemprov Jateng Bidik 30 Investor dan Pamerkan 75 UMKM Ekspor di Ajang CJIBF 2026
Kamis 30-04-2026,19:22 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Buruh Jateng Peringati May Day demi Jaga Iklim Investasi
Kamis 30-04-2026,13:54 WIB
Dukung Ketahanan Energi Nasional, Kolaborasi Hulu Migas Perkuat Tata Kelola Sumur Rakyat
Kamis 30-04-2026,11:03 WIB