MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG - Masyarakat di Desa Tlahab Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung mengelar tradisi nyadran. Tradisi adiluhung yang sudah turun-temurun ratusan tahun ini digelar dengan harapan pandemi Covid-19 segera berakhir. Nyadran atau selamatan desa menjadi momen tahunan yang sangat ditunggu-tunggu. Tradisi ini menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk bersyukur dan berharap kepada Sang Maha Pencipta. Hanya saja, gelaran nyadran tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat luar desa tidak diperbolehkan mengikuti tradisi yang dilaksanakan di Mata Air Sedandang desa setempat. Bahkan, pintu gerbang di setiap jalan masuk desa ditutup rapat. Upaya ini dilakukan sebagai salah satu bentuk mencegah penyebaran Covid-19 di desa setenpat. \"Nyadran memang tetap kami laksanakan, tapi protokol kesehatan kami terapkan dengan ketat,\" ungkap Irwan Kepala Desa Tlahab, kemarin. Ia menuturkan, sebelum tradisi ini digelar, pihaknya sudah berembuk dengan tokoh masyarakat desa, sekaligus berkordinasi dengan Satuan Tugas Covid-19 tingkat desa hingga kabupaten. Baca Juga 11 Rumah dan Toko Ludes, Jadi Abu, Kerugian Kebakaran di Jampiroso Ditaksir Rp2,5 M Ia juga mengakui, nyadran tahun ini memang jauh berbeda dengan nyadran di tahun-tahun sebelumnya yang digelar dengan penuh suka cita. Nyadran tahun ini dilakukan sebagai salah satu bentuk rasa syukur masyarakat terhadap Allah SWT atas keselamatan, kesehatan dan limpahan rezeki yang sudah diberikan. \"Nyadran tahun ini memang sebagai salah satu nyadran yang sangat berbeda, masyarakat sangat berharap pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan masyarakat bisa beraktivitas normal kembali,\" harapnya. Salah satu warga desa setempat Jarwo Slamet menuturkan, kondisi tahun ini memang sedang tidak menguntungkan bagi semua warga dan petani tembakau. Selain pandemi yang masih membelengu masyarakat, kondisi perekonomian di Temanggung yang sedang hancur karena harga tembakau yang tidak sesuai harapan. \"Tahun ini panen raya tembakau bisa dibilang hancur, harga jual tembakau sangat murah sekali,\" ujarnya. Namun demikian katanya, masyarakat tetap menggelar tradisi ini, sebab tradisi ini sebagai salah satu ungkapan rasa syukur warga terhadap semua nikmat kesehatan, keselamatan dan rezeki yang diterima. \"Kami tetap bersyukur dan berharap, agar masyarakat kedepan tetap sehat dan bisa kembali bisa beraktivitas normal,” harapnya. (set)
Nyadran di Tlahab Berharap Pandemi Berakhir
Sabtu 21-11-2020,02:36 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 05-11-2026,15:35 WIB
Jadwal Lengkap Merti Gunung Tidar Kota Magelang November 2026
Kamis 05-11-2026,20:05 WIB
Kunjungi Magelang, Ahmad Luthfi Ingin Ada 1.000 Desa Wisata di Jateng yang Saling Terkoneksi
Kamis 05-11-2026,14:26 WIB
Usai Bagi Ribuan Alsintan, Ahmad Luthfi Resmikan Elektrifikasi Penggilingan Padi di Magelang
Kamis 05-11-2026,15:53 WIB
TAMZIS Hapus Sisa Pembiayaan Rp285 Juta untuk 44 Pedagang Korban Kebakaran Pasar Belik
Terkini
Jumat 06-11-2026,10:43 WIB
Sukses Integrasikan Solo Raya, Ahmad Luthfi Raih Leadership Award
Kamis 05-11-2026,20:43 WIB
Pemprov Jateng Gulirkan 19 Intervensi di Sragen, Sasar Kesehatan hingga Ekonomi Warga
Kamis 05-11-2026,20:05 WIB
Kunjungi Magelang, Ahmad Luthfi Ingin Ada 1.000 Desa Wisata di Jateng yang Saling Terkoneksi
Kamis 05-11-2026,15:53 WIB
TAMZIS Hapus Sisa Pembiayaan Rp285 Juta untuk 44 Pedagang Korban Kebakaran Pasar Belik
Kamis 05-11-2026,15:35 WIB