
"Earth hour bukan sekedar hanya mematikan lampu tapi juga sebagai penyadaran individu bahwa kerusakan alam sudah terjadi dan perlu gerakan bersama untuk mencegah bencana iklim yang mengancam hidup manusia," terangnya.
Patrick, salah satu peserta dari Komunitas Gravel menambahkan, bersepeda sebagai simbol perlawanan terhadap polusi, global warming, kemacetan, dan penyakit.
"Kami berharap gerakan ini dapat menyadarkan peran manusia dalam menjaga alam dan pemerintah untuk turut ambil peran menyadarkan warganya," kata dia.