BACA JUGA:Spot Foto Sunrise Candi Borobudur Dibuka Lagi, Biaya Tiket Rp1 Juta
Para pengunjung merasa terbantu dengan adanya kegiatan itu.
Selain karena ada berbagai hadiah lapak baca ini juga berguna sebagai tempat dan wadah penyalur bagi warga yang mempunyai hobi membaca buku atau bahkan yang ingin belajar dan memulai membaca buku.
"Di era yang serba digital ini perpustakaan konvensional dirasa sudah mulai jarang didatangi masyarakat. Maka dari itu sebagai solusi kami mencoba memakai pendekatan lain, kita bawakan buku-buku dan pustaka tersebut berkeliling untuk berjumpa dengan masyarakat. Jadi bukan lagi masyarakat yang datang ke perpustakaan, tetapi perpustakaanlah yang mendatangi masyarakat," jelas Naufal Yusuf.
BACA JUGA:Antusias Pengunjung Artos Mall Magelang, Ikuti Deteksi Kanker Gratis
Kegiatan yang berlangsung kali pertama tersebut berjalan lancar dan cukup meriah.
Ada berbagai macam buku yang dapat dibaca seperti buku cerita atau novel, buku edukasi, majalah anak, buku pengembangan diri, buku biografi tokoh dunia, bahkan buku panduan dan tips budidaya.
Selain membaca buku, kegiatan lain seperti mewarnai bagi anak-anak serta mini games seru bisa diikuti dalam sesi yang berjalan selama tiga jam tersebut.
BACA JUGA:Ahmad Luthfi Akan Laporkan Siapapun yang Potong Dana Bantuan RTLH ke Polisi
Kegiatan ini juga berhasil mendapatkan berbagai respon positif dan apresiasi dari masyarakat.
Hal tersebut menandakan kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca sebagai wujud pengabdian kepada ilmu pengetahuan dan peningkatan kemampuan literasi itu masih ada.
Hanya tinggal butuh peran dari pihak-pihak yang menjembatani dan menyediakan wadah penampung seperti yang dilakukan Maos Ndeso kali ini.
BACA JUGA:Kiprah Komunitas Perempuan dalam Pengawasan Pemilu Inklusif di Kabupaten Magelang
"Kami sangat bersemangat sekali dalam melaksanakan kegiatan Maos Ndeso kali ini. Banyak apresiasi dan feedback positif dari para warga yang membuat effort dan dedikasi kami menjadi terasa lebih berharga. Saya pribadi sangat senang dan bangga serta ingin memberikan yang terbaik bagi kita semua," imbuh Daffa Haris, penanggung jawab program Maos Ndeso.
Dikatakan bahwa, kegiatan Maos Ndeso akan digelar setiap dua atau tiga minggu sekali dengan sistem berkeliling di dusun-dusun yang ada di Desa Margoyoso.
Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari peran berbagai pihak yang secara kolaboratif bersama dengan mahasiswa KKN dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Tidar, beserta dukungan penuh dari Pemerintah Desa Margoyoso.