Negeri Tirai Bambu, Ketahanan Pangan dan Jalan Sunyi Kearifan Lokal

Kamis 29-01-2026,12:18 WIB
Reporter : Heni Agusningtyas & Azis S
Editor : Arief Setyoko

Ketahanan pangan ke depan harus dirancang sebagai mozaik—bukan sebagai satu warna tunggal.

Pada titik ini, rebung tidak lagi berdiri sebagai simbol yang berlebihan.

BACA JUGA:Truk Mogok di Perlintasan Kebumen Tabrakan dengan KA Gajayana, Jalur Kereta Sempat Lumpuh 5 Jam

Ia hanyalah pengingat bahwa pangan tumbuh dari kesesuaian antara manusia dan alam.

Setiap tempat memiliki “rebung”-nya sendiri, dengan nama dan bentuk yang berbeda.

Tugas negara dan masyarakat adalah memastikan bahwa kesesuaian itu tidak dirusak oleh keserakahan, ketergesaan, atau kebijakan yang lupa pada konteks.

Ketahanan pangan, pada akhirnya, bukan soal meniru jalan bangsa lain, melainkan menemukan kembali jalan kita sendiri—jalan yang sudah lama ada, tetapi sering kita abaikan. (adv/hen)

Artikel ini ditulis oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Dapil Jawa Tengah VI

Kategori :