Ia juga mengingatkan masyarakat agar disiplin memantau informasi cuaca dan segera menjauh dari alur sungai jika muncul tanda-tanda banjir lahar.
“Mohon lebih berhati-hati, waspada, dengan selalu memantau informasi cuaca. Segera menghindar apabila ada tanda-tanda datangnya banjir lahar. Segera tinggalkan lokasi serta peralatan yang ada,” ujarnya.
BACA JUGA:Mobil Sigra di Mertoyudan Magelang Meledak, Tiga Penumpang Nyaris Tak Selamat
Dalam peristiwa itu, empat petambang pasir di Sungai Senowo sempat dilaporkan hilang.
Pada operasi Rabu, dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal sehingga dua orang diduga hilang terbawa arus juga masih dicari hingga kini.
BACA JUGA:Update Banjir Lahar Dingin Merapi Telan 3 Korban Jiwa dan Kubur Belasan Truk
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono mengatakan, tim dari Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur bersama unsur gabungan melakukan penyisiran dengan anjing pelacak dan pesawat nirawak.
Pemetaan dilakukan hingga satu kilometer ke arah hilir sungai.
“Di lokasi saat ini cuaca cukup cerah dengan debit air sungai telah normal kembali. Semoga tim diberi kemudahan untuk segera menemukan korban,” ujar Budiono.
BACA JUGA:Lahar Dingin Merapi Terjang Sungai Srowol Magelang, 1 Tewas, 4 Hilang
On Scene Coordinator Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto menambahkan, sebanyak 176 personel diterjunkan dan dibagi dalam tiga satuan regu unit. Penyisiran dilakukan bertahap dari lokasi kejadian hingga Desa Bendo.
“SRU pertama mencari dari sekitar lokasi kejadian sampai dengan dam 1, sekitar 500-600 meter. SRU kedua mencari dari dam 1 ke dam 2 yang jaraknya juga sekitar 500-600 meter. Lalu, yang SRU ketiga itu menyisir dari dam 2 sampai Desa Bendo,” kata Arif.
Dalam pencarian Rabu, dua korban ditemukan pada jarak 600 meter dan satu kilometer dari titik awal kejadian.
BACA JUGA:PDAM Kota Magelang Pastikan Pasokan Kebutuhan Air Ramadan hingga Lebaran Aman
Kendala utama berupa cuaca serta tebalnya material pasir dan batu yang menutup area pencarian.
“Saat ini kami masih mencari secara manual, belum melibatkan alat berat. Permintaan sudah kami ajukan, tapi sampai dengan siang ini belum ada alat berat yang dikirim ke lokasi,” ucapnya.