"Allah cinta kepada orang-orang yang suka berbuat baik."
BACA JUGA:Meraih Kesempurnaan Pahala Puasa dengan Menjaga Sunnah-Sunnahnya
Tatkala datang seorang sahabat kepada Nabi 'Alaihis-shalatu wassalam meminta wasiat,
يَا رَسُولَ اللهِ أَوْصِنِيWahai Rasulullah! Berikan kepada aku wasiat.
Nabi 'Alaihis-shalatu wassalam mengatakan,
❲ لَا تَغْضَبْ ❳"Kamu jangan marah."
Artinya kalau kamu marah, tahan! Jangan sampai amarahmu engkau lampiaskan, yang biasanya dengan ungkapan dari lisannya atau perbuatan dengan tangannya, memukul, teriak-teriak. Jangan marah!
Lalu orang ini meminta lagi wasiat kepada Nabi 'Alaihis-shalatu wassalam. Dan Nabi mengatakan, "Jangan marah!" Tetap, "Jangan marah."
Dan di hadits yang lainnya, Beliau memberikan arahan bagaimana cara kita mengontrol emosi kita. Apalagi sedang puasa nih.
Kan di hadits yang pernah kita bahas, bahwa Nabi 'Alaihis-shalatu wassalam mengarahkan kalau ada orang yang mengajaknya bertengkar, mencaci dia, hendaklah dia berkata,
❲ إِنِّي صَائِمٌ ❳"Aku sedang puasa. Aku sedang puasa."
Dan ketika emosimu meluap, maka engkau diam. Kalau harus ngomong, katakan:
[ أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ]
A'uudzu billaahi minasy-syaithaanir-rajiim.
(Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk, Terj.)
Kalau engkau dalam posisi berdiri, duduklah. Engkau dalam posisi duduk, rebahanlah. Menghindar dari tempat konflik. Dan jadikan bulan Ramadhan menjadi bulan yang penuh dengan ketakwaan kepada Allah 'Azza wa Jalla. Di antaranya, ya engkau melatih dirimu untuk menahan emosi.