Beberapa Kemudahan Beribadah Ketika Safar

Kamis 04-06-2026,05:00 WIB
Reporter : Abu Hammam
Editor : Abu Hammam

“.....jika kamu sakit atau sedang dalam safar atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (QS. An-Nisa’: 43).

4.Adanya keringanan untuk tidak berpuasa.

Allah Ta’ala berfirman :

.…فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَۚ ….

“....Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain....” (QS. Al-Baqarah: 184).
5.Boleh melaksanakan shalat sunnah di atas kendaraan, kemanapun kendaraan tersebut mengarah.

Hal ini berdasarkan perkataan Ibnu Umar :

إِنَّ رَسُوْل الله ﷺ يُصَلِّي سُبْحَتَهُ حَيْثُ تَوَجَّهَتْ بِهِ ناقَتُهُ

“Rasulullah ﷺ shalat sunnah menghadap ke arah jalannya onta tunggangan beliau.”[ HR. Muslim No. 700]

6.Boleh menjama’ shalat

Apabila dalam perjalanan safar dengan kendaraan umum yang tak memungkinkan berhenti maka dia bisa menjama’ takdim yakni dengan mengerjakan shalat zhuhur dan asar di waktu zhuhur  begitupula shalat maghrib dan isya di waktu maghrib. Namun, boleh juga menjama ta’khir dengan mengakhirkan shalat zhuhur  bersamaan dengan shalat ashar di waktu ashar, begitupula mengakhirkan shalat maghrib  bersamaan dengan shalat isya pada waktu isya’.

Mua’dz bin Jabal berkata :

خَرَجْنا مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ، فَكانَ يُصَلِّي الظُّهْرَ والعَصْرَ جَمِيعًا، والمَغْرِبَ والعِشاءَ جَمِيعًا

“Kami pernah bersama Rasulullah ﷺ ketika perang tabuk, beliau pun mengerjakan zhuhur dan ashar berbarengan, begitupula maghrib dan isya’.”

Semoga bisa dipahami dan memudahkan beribadah ketika kita safar.(*)

Kategori :