Serat Wartaningrat Bentuk Penghargaan Warga Magelang terhadap Wartawan
MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG - Sudah menjadi tradisi bagi warga Kampung Potrosaran, Kelurahan Potrobangsan, Magelang Utara merayakan hari pers Nasional (HPN) setiap tahunnya. Padahal, mereka bukanlah pekerja jurnalistik. Mereka hanya warga biasa dengan beragam profesi, namun memberi perhatian lebih terhadap para penulis warta. Lewat ”Serat Wartaningrat” kirab diikuti segenap masyarakat Potrosaran dimulai dari halaman Padepokan Tidar hingga Panggung Benggung. Sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, sanggar kesenian, dan warga turut dalam kirab itu. Serat ini ditulis budayawan dan penyair asal Magelang, ES Wibowo. Dia menyampaikannya di hadapan para wartawan yang bertugas di Kota Magelang pada momen HPN 2020. ”Serta wartaningrat ini ditaburi cahaya cinta kasih dan getaran nirmala alam semesta. Ditulis sebagai bentuk penghormatan atas pekerjaan wartawan yang obyektif dan independen. Pekerjaan insan pers berwawasan kebangsaan yang rajin mengabarkan cita-cita mulia umat manusia mewujudkan perdamaian di bumi,” kata Es Wibowo. Baca Juga Polres Wonosobo Bekuk Spesialis Pencuri Sapi, Beraksi di 14 TKP ”Wartawan adalah bangsawan. Kaum ningrat pembawa berita baik berbudi pekerti luhur. Penghuni jagat yang besar pengabdiannya kepada dunia, dan besar rasa syukurnya kepada Sang Maha Pencipta dunia beserta isinya,” katanya lagi. Ia menulis itu, berdasarkan refleksi dan pemikirannya kepada sosok wartawan. Pimpinan Padepokan Tidar di Kampung Potrosaran, Kelurahan Potrobangsan ini pun menyerahkannya kepada Ketua PWI Kota Magelang, Asef F Amani untuk dibacakan di muka umum. “Serat Wartaningrat berarti surat kabar kebangsawanan. Melalui peringatan ini, kita tanamkan ke warga, terutama anak-anak bahwa, profesi wartawan itu ningrat, intelektual, dan cendekiawan. Tidak semua bisa masuk ke profesi wartawan,” ujarnya. Ia melihat, wartawan dinilai masyarakat makin baik. Setiap kali menulis berita, artikel, opini, atau features dinilai tetap independen, objektif, dan memasyarakat. Untuk itu, peringatan yang murni atas inisiatif warga ini juga dalam rangka memberi apresiasi kepada insan pers. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono, Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang Stin Syahyutri, Camat Magelang Utara, Lurah Potrobangsan, tokoh Kampung Potrosaran, Pengasuh Ponpes Selamat, para wartawan, anggota PWI Kota Magelang, serta puluhan warga pun turut meramaikan kegiatan yang sudah digelar untuk ke-6 kalinya itu. ”Ini mencerminkan bahwa pers dan seni budaya tidak bisa dipisahkan,” kata Sekda Joko Budiyono. Menurut Joko, memperingati HPN tidak selalu dengan biaya besar. Kegiatan sederhana, biaya kecil namun sarat makna dan nilai budaya justru memberikan kesan tersendiri. Masyarakat bisa menikmati suasana alam yang apa adanya. Baca Juga Mall 15 Lantai Segera Dibangun di Eks Gedung Magelang Teater ”Ini bisa menjadi contoh, bahwa seni budaya adalah hasil olah pikir yang diwujudkan dalam seni yang akan memperkuat jati diri. Melihat kegiatan ini maka masyarakat akan cinta dengan budaya bangsa sendiri,” ungkapnya. Pada kesempatan itu, Joko berpesan, agar hubungan baik antara insan pers dengan pemerintah terus dipertahankan dan ditingkatkan. Pemkot Magelang akan mendukung setiap kegiatan positif yang dilaksanakan oleh awak media khususnya di Kota Magelang. “Pers masih menjadi penopang kekutan demokrasi kita. Pers tetap independen dan para wartawannya makin profesional membangun bangsa. Kami bangga bisa turut merayakan HPN ini dengan nuansa yang sangat merakyat,” ungkapnya. (wid)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: