Jelang Nataru, Satpol PP Purworejo Amankan 14 Anak Punk di Monumen Jenderal A Yani, Ada yang Masih 13 Tahun

Jelang Nataru, Satpol PP Purworejo Amankan 14 Anak Punk di Monumen Jenderal A Yani, Ada yang Masih 13 Tahun

DIAMANKAN. Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo mengamankan belasan anak punk, Selasa (30/12).-EKO SUTOPO-PURWOREJO EKSPRES

PURWOREJO, MAGELANGEKSRES.ID - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Purworejo bergerak cepat merespons keluhan warga yang resah dengan anak punk.

Sebanyak 14 anak punk yang kerap berkumpul di kawasan monumen Jenderal A Yani diamankan petugas dalam operasi penertiban pada Selasa (30/12).

Tindakan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) di wilayah Kabupaten Purworejo.

BACA JUGA:Lonjakan Penumpang KA di Daop 5 Purwokerto Tembus 118 Persen Saat Libur Nataru, Tiket Masih Tersedia

Keberadaan kelompok ini dilaporkan meresahkan masyarakat yang beraktivitas di sekitar ruang publik tersebut.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Siswantoro Dwi Nugroho, menyebut dari 14 orang yang diamankan, terdapat 5 orang perempuan.

Mayoritas dari mereka berasal dari luar daerah bahkan, beberapa di antaranya adalah wajah lama.

BACA JUGA:Jelang Nataru 2026, Pemkab Purworejo Pastikan Stok Bapokting Aman Meski Harga Cabai Naik Tajam

"Kebanyakan warga luar, ada dua orang dari Purwokerto dan Cilacap. Ini sudah kedua kalinya terjaring. Sebelumnya sudah pernah kami pulangkan, tapi hari ini tertangkap lagi," sebut Siswantoro didampingi Sekdin Fatqur Rochman dan Kabid Trantibumlinmas, Teguh Wibowo.

Mirisnya, petugas menemukan anak di bawah umur di dalam kelompok tersebut. Salah satunya ada yang masih berusia 13 tahun.

"Rata-rata usianya dibawah 20 tahun, tapi ada yang masih sangat belia," tambahnya.

Keberadaan anak punk merupakan masalah sosial dan kemanusiaan yang diperlukan penanganan komprehensif dan berkelanjutan melalui kerjasama lintas sektor yaitu pemerintah, lembaga sosial dan partisipasi masyarakat.

BACA JUGA:Stasiun Kutoarjo Layani Program Motis Selama Libur Nataru

Berdasarkan hasil asesmen singkat, Siswantoro menyoroti masalah pengasuhan sebagai faktor utama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: purworejo ekspres

Berita Terkait