Gara-gara Taruhan Pilkades di Batang, Seorang Suami Tega Bacok Istrinya

Gara-gara Taruhan Pilkades di Batang, Seorang Suami Tega Bacok Istrinya

BATANG – Keberadaan botoh pada kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di wilayah Kabupaten Batang dipastikan ada. Seperti diungkapkan oleh Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga, beberapa waktu lalu. “Keberadaan botoh ini tidak cuman mitos belaka, tapi memang faktanya ada di lapangan. Sehingga kita terjunkan Satuan Tugas (Satgas) anti botoh dari personil Satreskrim Polres Batang untuk bisa menangkap para botoh ini. Keberadaan mereka jarang tertangkap maupun terungkap,” kata Kapolres. Namun, hingga berakhirnya masa pemilihan 205 Kades se Kabupaten Batang, Kepala Polres Batang melalui Satgas anti botoh menyatakan tidak berhasil mengamankan sejumlah botoh di wilayah setempat. Hingga pada akhirnya, Selasa (8/10) petang kemarin, Polsek Tulis mengamankan Riyanto (54), warga Desa Botolambat, Kecamatan Kandeman. Riyanto ditangkap setelah tega membacok S (52), istrinya sendiri menggunakan parang. Perbuatan keji yang dilakukan Riyanto itu dilakukan hanya karena merasa kesal saat ditegur oleh istrinya terkait motor yang digadaikan untuk ikut taruhan dalam ajang Pilkades di desanya belum lama ini. Ditemui usai dimintai keterangan oleh petugas kepolisian, Riyanto menjelaskan bahwa kejadian itu bermula saat dirinya sedang memotong bambu di belakang rumahnya untuk membuat kandang ternak. Kemudian istrinya datang dan langsung menegurnya serta menanyakan kabar sepeda motor mereka. Pasalnya, motor itu telah digadaikan pelaku sebesar Rp 2 juta untuk ikut taruhan pada saat ada Pilkades di desanya belum lama ini. Namun bukannya memberi penjelasan, Riyanto ternyata merasa tak terima atas teguran istrinya tersebut. Diapun kemudian langsung menghujamkan goloknya berulangkali ke tubuh istrinya, hingga terkapar dengan luka dibeberapa bagian tubuhnya. Tidak hanya itu, pelaku yang sudah terlanjur kesal juga sempat membakar beberapa perabotan, diantaranya kursi dan kasur didalam rumah. Setelah puas melampiaskan kekesalahannya, Riyanto pun kabur meninggalkan rumahnya. “Sebenarnya hanya ribut ribut kecil saja. Saya minta pendapat kepada istri bagaimana caranya agar bisa menebus motor yang telah saya gadaikan itu. Saya tanya ke istri, punya uang senilai Rp 2 juta tidak. Bukannya ikut membantu memikirkan, istri saya malah ngomel ngomel tidak jelas. Disitu saya emosi. Karena sudah hampir 10 hari, saya tidak bisa kerja. Karena motor beat yang biasa saya gunakan untuk jualan bakso keliling masih digadai di tetangga,” terangnya. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengevakuasi korban ke RSUD Kalisari Batang untuk mendapat perawatan. Sementara warga lainnya mencoba memadamkan api, agar tidak membakar seisi rumah. Selain itu, peristiwa itupun kemudian di laporkan ke pihak kepolisian. Kapolsek Tulis, AKP Gumana mengungkapkan, setelah mendapat laporan dari masyarakat, pihaknya langsung bergerak dan berhasil mengamankan pelaku di tepi jalur pantura, tepat di rumah makan sederhana Tegalsari. “Petugas berhasil menangkap pelaku, setelah sebelumnya diburu oleh petugas dibeberapa tempat. Pelaku Riyanto kemudian digelandang petugas ke Mapolsek Tulis untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” terangnya. Ditambahkan Kapolsek, petugas dari Unit Reskrim Polsek Tulis di backup Satreskrim Polres Batang, telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Selain itu, petugas juga berhasil menemukan barang bukti sebilah golok yang dibuang kedalam sumur. “Pelaku sudah berhasil diamankan, dan hingga saat ini masih menjelani pemeriksaan intensif oleh petugas guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” tutup AKP Gumana. Sementara itu, korban yang kesehariannya bekerja sebagai asisten rumah tangga di DKI Jakarta, kini masih mendapat perawatan intensif di RSUD Kalisari Batang, karena sejumlah luka bacok di sekujur tubuhnya. Seperti di bagian lengan tangan sebelah kiri yang menganga dengan lebar 10 cm, bahu kiri dan dagu kiri. (fel)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: