Saluran Air di Pusat Kota Wonosobo Tersumbat Sampah Hingga Puluhan Kwintal

Saluran Air di Pusat Kota Wonosobo Tersumbat Sampah Hingga Puluhan Kwintal

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM - Kemajuan zaman nampaknya belum diiringi dengan budaya mengolah sampah yang baik.  Kebiasaan membuang sampah di saluran perkotaan, sebagai budaya yang buruk masih terus saja dilakukan. Hal ini terlihat dari puluhan kwintal sampah yang berhasil diangkat dari saluran air di pusat kota Wonosobo. “Totalnya kami tidak menghitung, tapi yang berhasil kami angkat dari saluran air itu cukup banyak. Bahkan memenuhi bak mobil pikap,” ungkap Kabid SDA DPU PR Wonosobo, Eko Premono, kemarin. Menurutnya, bersih saluran drainase dan gorong-gorong perkotaan dilakukan sebagai upaya untuk melancarkan saluran air pada saat musim penghujan. Hal tersebut juga sebagai upaya terhadap pemeliharaan jalan agar lebih awet. “Sungguh mengejutkan, kami temukan banyak sampah, didominasi plastik dan lemak, sisa makanan yang menutup saluran. Sampah ini kami duga dari wilayah perkotaan,” ujarnya. Eko menambahkan salah satu penyebab cepatnya kerusakan jalan adalah tidak berfungsinya saluran drainase dengan baik dan optimal salah satunya disebabkan karena tersumbatnya saluran drainase oleh sampah dan limbah makanan (lemak). “Untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut, DPUPR Kabupaten Wonosob melakukan normalisasi beberapa saluran drainase. Salah satunya di Jalan Jenderal Soedirman, di sekitar perempatan GKJ Wonosobo. Dari kegiatan tersebut ratusan kilogram sampah yang menyumbat saluran berhasil diangkat serta disingkirkan,” tandasnya. Sementara itu, Kepala DPUPR Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto, mengajak masyarakat untuk berperan serta dan berpartisipasi menjaga infrastruktur yang sudah ada. Cara yang paling mudah adalah berpartisipasi menjaga infrastruktur jalan dan saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan yang bisa mengakibatkan terhambatnya aliran air. “Sesuai dengan slogan Tata, Bangun, Jaga. Pemerintah memiliki tanggungjawab untuk melakukan penataan dan pembangunan fasilitas publik. Sedangkan masyarakat diharapkan untuk ikut menjaga,” katanya. Menurutnya, sinergitas dengan berbagai pihak juga harus dilakukan, mengingat masalah sampah di Wonosobo ternyata terkait pula dengan masalah infrastruktur jalan dan juga saluran, sehingga perlu ada kesamaan pandang untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Infrastruktur sudah baik namun budaya membuang sampah ke saluran masih di lakukan, ya akan susah mendapatkan kualitas bagunan fisik yang awet, karena itu kan saling terkait, seperti saluran penuh sampah dan airnya meluap ke jalan, maka jalan akan semakin rusak,” pungkasnya. (gus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: