Seorang Mahasiswa Asal Jogja Nekat Rampas Senpi Polisi di Borobudur, Ini Kronologinya

Seorang Mahasiswa Asal Jogja Nekat Rampas Senpi Polisi di Borobudur, Ini Kronologinya

SENPI. Konferensi Pers Polresta Magelang dengan kasus perampasan senjata api.(foto : Chandra Yoga Kusuma/magelang ekspres)--Magelangekspres.com

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID - Berdalih karena panik saat melanggar rambu lalu lintas, seorang mahasiswa nekat merampas senjata api (senpi) organik milik anggota lalu lintas yang sedang bertugas di area Borobudur, Jumat (18/11/2022) lalu.

Pelaku merupakan warga Kampung Bumijo Kulon, Jetis, Kota Jogjakarta, berinisial JP alias Hafit (30). Saat ini ia masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Jogjakarta.

Plt Kasatreskrim Polresta Magelang, AKP Setyo Hermawan menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, di pinggir jalan Jenderal Sudirman, Borobudur.

Awalnya pelaku bersama rekannya (pengemudi) yang mengendarai mobil jenis sedan berwarna merah berjalan dari arah Pos Polisi Pariwisata menuju Pasar Borobudur.

"Karena di lokasi tersebut terdapat larangan kendaraan roda empat dilarang melintas, sehingga petugas lalu lintas Pos Borobudur yang sedang bertugas, memberi perintah untuk tidak masuk dan diarahkan ke jalan lain. Akan tetapi, mobil pelaku malah tancap gas masuk menyerobot ke jalan itu," terang AKP Setyo, saat konferensi pers di Ruang Media Polresta Magelang, Senin (21/11/2022).

AKP Setyo menerangkan, dengan gaya mengemudi yang membahayakan orang dan beberapa kali hampir menabrak, sehingga petugas lalu lintas mencoba mengejar pelaku.

"Sesampai di TKP, laju kendaran pelaku terhenti karena ada truk yang parkir di pinggir jalan. Dengan berhentinya kendaraan itu, petugas pun langsung menanyakan kepada pengemudi dengan maksud menanyakan kelengkapan surat," jelas AKP Setyo.

Kemudian saat kendaraan dihentikan petugas, pelaku yang duduk di samping pengemudi keluar kendaraan dan langsung memutar lewat belakang ke arah belakang petugas lalu lintas.

Seketika pelaku langsung merebut senjata api petugas dari arah sebelah kanan. Usai merebut, pelaku berlari ke arah depan kendaraan di sisi kiri trotar. Saat itu petugas baru menyadari senjatanya dirampas.

"Setelah itu menyadari senjata direbut, petugas meminta untuk dikembalikan. Dan, sempat ada dialog pelaku menyebutkan dirinya anak polisi. Lalu pelaku mengarahkan senjata kedepan ke muka umum," terang AKP Setyo.

Dengan kesiapsiagaan, petugas lalu lintas dibantu petugas dari satuan TNI Intel Korem 072/Yogyakarta yang kebetulan berada di lokasi kejadian berhasil mengamankan pelaku.

"Namun sebelumnya terjadi letusan senjata karena sudah dua kali tarikan pelatuk. Yang terakhir meletus ke arah bawah mengenai aspal. Alhamdullilah, tidak ada korban dari kejadian ini," ungkap AKP Setyo.

Sementara itu pelaku JP mengaku melakukan aksi tersebut karena dalam keadaan panik.

"Panik karena sebelumnya tidak pernah berurusan dengan namanya Polisi, bahkan belum pernah ketilang," tutur pelaku.

Sumber: magelangekspres.com