Soal Pertanian, F-PPP: Data dan Fakta Harus Berbanding Lurus

Soal Pertanian, F-PPP: Data dan Fakta Harus Berbanding Lurus

RAWAT. Salah satu petani tembakau sedang merawat tanaman tembakau di ladangnya di lereng Gunung Sindoro pada musim tanam lalu.-Setyo wuwuh/temanggung ekspres-magelang ekspres

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID- Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPRD Temanggung Ahmad Syarif Yahya mengatakan, masalah keberhasilan bidang pertanian tidak bisa hanya dilihat dengan target dan capaian kinerja di perangkat daerah terkait. Namun harus secara riil di lapangan dan terjun langsung di masyarakat.

Sehingga katanya, antara data dengan fakta bisa berbanding lurus. Dan angka-angka statistik yang tertuang dalam data mencerminkan kondisi riil tentang tingkat keberhasilan sektor pertanian dengan indikator petani makin sejahtera.

"Maka dalam hal ini F-PPP berharap agar Pemkab Temanggung bisa benar benar memberikan data yang akurat," pintanya.

BACA JUGA:Peringati Harlah ke-89, GP Ansor Temanggung Gelar Parade 1.000 Drumband

Saat ini katanya, hasil produksi pertanian secara umum ternyata belum bisa mensejahterakan petani. Nilai tukar ekonomi petani masih sangat rendah bila dibanding dengan pekerjaan di sektor-sektor lain, misalnya buruh pabrik. Sektor Pertanian hanya mengejar produktivitas , tetapi tidak memperhatikan ekosistem yang ada sehingga faktor kelestarian lingkungan sering diabaikan.

Kondisi ini lanjutnya, bisa dilihat dari kondisi ekosistem di kawasan lereng Gunung Sindoro, Sumbing dan Perahu, yang sudah mendekati titik mengkhawatirkan. Terutama tingkat erosi berapa kubik tanah yang hilang tiap kali hujan turun. Di samping itu tingkat keasaman tanah (Ph) rata-rata sudah mencapai 7,0 padahal kesuburan tanah akan normal kalau tingkat keasamannya di antara 3-4.

RPJMD 2018-2023 dalam salah satu visinya adalah mewujudkan peningkatan pertanian modern yang berwawasan lingkungan, sasaran yang dituju tidak berbanding lurus dengan petani, apakah pertanian modern itu hanya sebatas dari manual ke mesin atau bagaimana.

BACA JUGA:Longsor Kalimanggis, Akses Jalan Temanggung-Semarang Dialihkan

"Ini yang perlu diperjelas, dan dalam visi dan misi ini F-PPP melihat bahwa sektor ini masih dalam kondisi yang belum maksimal karena selama ini nilai tukar pertanian Kabupaten Temanggung sangat rendah, artinya pola manual digeser ke pola modern tetapi NTP tetap rendah,” ujar Ahmad Syarif Yahya.

Di samping itu, lanjutnya, kalau melihat pertanian berwawasan lingkungan ternyata hanya sebatas teoritis belaka. F-PPP melihat dalam hal ini pertanian justru semakin jauh dari wawasan lingkungan, karena mayoritas petani tidak diarahkan untuk menggunakan pupuk organik tetapi pemerintah sendiri malah menganjurkan menggunakan pupuk kimia. Seharus ada aturan khusus yang mulai diarahkan untuk para petani sadar akan lingkungan hidup.

Dalam sektor pertanian terutama dalam hal pemanfaatan bantuan yang berasal dari DBHCHT, F-PPP berharap ada kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Yang terjadi selama ini seolah berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang jelas. Harapannya pengelolaan bisa tepat sasaran dan tidak menguntungkan kelompok tertentu. (set)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: magelang ekspres