Tarik Keluar Backhoe dari Lokasi Tambang, Kapolres Wonosobo: Tak Boleh Ada Premanisme

Tarik Keluar Backhoe dari Lokasi Tambang, Kapolres Wonosobo: Tak Boleh Ada Premanisme

Alat berat yang sudah masuk lokasi penambangan ditarik keluar menyusul demo penolakan dari warga Candiyasan dan Kapencar.-FOTO : AGUS SUPRIYADI-MAGELANG EKSPRES

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID - Aksi penolakan galian C liar di kawasan Kertek oleh warga desa Candiyasan dan Kapencar Kartek berlangsung panas. Bahkan sempat terjadi adu mulut antara warga penolak dengan pihak pemilik tambang. 

Warga yang sedang menggelar aksi tiba- tiba dikejutkan dengan teriakan sejumlah orang yang tidak dikenal dengan teriakan bernada provokatif.

BACA JUGA:Tolak Galian C Liar, Ribuan Warga Kertek Wonosobo Blokade Jalan Provinsi

Teriakan provokatif itu bernada ancaman akan terjadi pertikaian besar antar desa di wilayah Kecamatan Kertek.

Menyikapi kejadian tersebut, Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan mengatakan bahwa pihak Polres Wonosobo akan segera melakukan kajian terhadap kebijakan penambangan.

BACA JUGA:Bupati Wonosobo Janji Bakal Tutup Galian C Liar di Kertek Usai Didemo Warga

BACA JUGA:Mitigasi Risiko Bencana, Wonosobo Tambah 7 Destana

Kedua akan memaksa alat berat di lokasi penambangan untuk segera ditarik dari lokasi.

"Yang paling penting saya ingatkan tidak boleh ada tindakan anarkis dan premanisme, tidak ada ancam ancaman, " katanya.

BACA JUGA:Dinas Arpusda Wonosobo Pantau Program Rumah Multikolaborasi Digital

Aksi warga blokade jalan kemudian membubarkan diri, setelah alat berat backhoe ditarik kembali dari lokasi penambangan, dengan disaksikan oleh warga dari dua desa. (gus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: magelang ekspres