Terima Penghargaan Kalpataru, Pajero Wonosobo Dinilai Konsisten Selamatkan Lingkungan

Terima Penghargaan Kalpataru, Pajero Wonosobo Dinilai Konsisten Selamatkan Lingkungan

PENGHARGAAN. Founder Komunitas Pajero Wonosobo, Laurantius Diyono RG saat menerima penghargaan Kalpataru 2023 dari Pemprov Jateng belum lama ini. -istimewa-magelangekspres

WONOSOBO,MAGELANGEKSPRES - Belum lama ini, komunitas Pecinta Alam Jelajah Rimba Sindoro (Pajero) Wonosobo menerima penghargaan Kalpataru 2023 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.Pajero dinilai konsisten selamatkan lingkungan.

Founder komunitas Pajero, Laurantius Diyono RG mengatakan, dirinya bersama tim telah melewati verivikasi dan validasi (verval) dari pihak Pemprov. Konon, berbagai programnya menarik perhatian tim asesmen hingga berhasil mendapatkan penghargaan Kalpataru 2023.

"Kita melakukan ini karena wujud kecintaan kami kepada alam. Syukurlah jika Kalpataru ini diberikan kepada kami," katanya saat dihubungi, Senin (16/10).

BACA JUGA:Penyaluran Beras ke Wonosobo Dijamin Tak Mengandung Sintetis

Diceritakan, berdirinya komunitas tersebut bermula ketika ada peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Sindoro pada tahun 2015 yang mengakibatkan ekosistem flora dan fauna di kawasan gunung jadi berkurang.

Atas dasar itu, Laurantius Diyono RG menginisiasi gerakan peduli lingkungan yang komunitasnya diresmikan pada tahun 2017 silam.

Beberapa kegiatan yang menarik perhatian tim asesmen verval, Pajero memiliki empat program unggulan yang rutin dilakukan oleh anggota komunitas dan menggandeng banyak pihak terkait, termasuk pihak perhutani.

"Kita punya empat program yaitu pembukaan jalur pendakian, sabuk gunung, kelola basecamp, dan sosial masyarakat," sebutnya.

Dijelaskan, setelah peristiwa Karhutla 2015 lalu, dirinya berinisiatif membuka jalur pendakian baru tepatnya di via alang-alang sewu menuju puncak Gunung Sindoro.

BACA JUGA:Balai Besar Kartini Temanggung Salurkan Air Bersih

Selanjutnya, ia juga mencoba membuat program bernama 'sabuk gunung' yang fokus berkegiatan di antaranya yaitu penanaman bibit pohon baik di jalur pendakian maupun di sekitaran sungai yang diketahui sebagai sumber mata air di kawasan gunung.

"Kita sudah tanam bibit pohon ekaliptus, bintami, salam. Terus pohon lamtoro di ketinggian 2373 meter dari permukaan laut, terakhir penanaman pohon beringin di area sungai," jelasnya.

Dengan program tersebut, Laurantius Diyono RG mengungkapkan, tim penilai verval merasa tertarik karena melihat lingkungan hutan yang begitu subur karena telah ditumbuhi pohon-pohon yang telah ditanam beberapa tahun silam.

"Kita dapat atensi juga karena satu-satunya jalur pendakian yang ada mata airnya dan terus terjaga dengan baik,"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: magelang ekspres