Inilah Berbagai Tempat yang Menjadi Saksi Bisu Perjalanan Gus Dur

Beliau sering bolak-balik Jogja-Magelang untuk mencari buku maupun menonton film. Beruntungnya aturan di pesantren mengizinkan.

Kyai Chudlori sekaligus pemimpin dari Pesantren Tegalrejo adalah sosok yang membuat Gus Dur terkesima dengan pemikirannya.

Gus Dur sering menguping ketika Kyai Chudlori sedang berdiskusi dengan warga sekitar.

Gus Dur sampai heran mengapa Kyai Chudlori sangat dekat dengan masyarakat dan menjadi penengah apabila ada warga yang sedang berseteru. Gus Dur menyimpulkan bahwa Kyai Chudlori adalah kyai yang bijaksana.

Ilmu yang dipelajari selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:Tekan Angka Stunting, Dinsos Kabupaten Magelang Gelar Peningkatan Kapasitas Remaja

3. Menjadi Kepala Madrasah Muallimin di Pesantren Tambakberas Jombang

Semakin bertambah hari, samakin bertambah pula kecerdasan dari Gus Dur.

Lantas pamannya KH Abdul Fatah meminta Gus Dur untuk menjadi guru di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Gus Dur bahkan diamanahi sebagai kepala madrasah disana dengan berbagai pertimbangan yang matang. Gus Dur adalah guru yang mampu mengayomi murid-muridnya.

Guyonan kecil selalu menyelingi materi yang dibawakan oleh Gus Dur. Tak heran, Gus Dur merupakan guru kesayangan murid-muridnya. 

BACA JUGA:Proyek Mini Zoo Purworejo Hancur Diguyur Hujan

4. Tidak lulus sekolah di Al-Azhar, Kairo, Mesir

Karena kecerdasannya, beliau berkesempatan untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir Fakultas Syari’ah melalui jalur beasiswa.

Mimpi Gus Dur untuk melanjutkan pendidikan ke luar negri akhirnya terwujud. Beliau belajar di Mesir pada tahun 1963-1966.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: