Orang yang Bakhilnya Kelewatan
Orang yang Bakhilnya Kelewatan--
MAGELANG EKSPRES-Allah berfirman
{ وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَٱسْتَغْنَىٰ ۞ }
"Adapun orang yang bakhil, dia menahan apa yang seharusnya dia keluarkan,"(QS. Al-Lail: 8)
{.. وَٱسْتَغْنَىٰ ۞ }
"dan dia merasa cukup (merasa enggak perlu sama Allah 'Azza wa Jalla)."
Kalau bicara bakhil ini, bukan dengan uang saja. Bisa jadi orang itu bakhil dengan kedudukan dia. Kalau kita punya kedudukan, hendaknya bisa membantu orang-orang yang punya masalah.
Misalkan, orang itu mempunyai kedudukan di pemerintah, apa sulitnya membantu orang minta tolong sama dia untuk mengurus perizinan sesuatu.
BACA JUGA:Bakhil dan Kikir, 2 Penyakit yang Sangat Membahayakan
Ini bakhil dalam kedudukannya, padahal dia bisa membantu, tapi dia persulit. Maka ini termasuk orang bakhil. Sesuatu yang bisa dia mudahkan, dia persulit. Bahkan ada ungkapan, kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah?!
Maka kalau orang seperti ini, bakhil dengan kedudukan, atau bakhil dengan waktunya, atau bakhil dengan energinya.
Nabi 'Alaihis-shalatu wassalam mengatakan,
❲ الْبَخِيلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ ، فَلَم يُصَلِّ علَيَّ ❳
"Orang yang bakhil adalah orang yang diriku disebutkan di sisinya, dia enggak bershalawat kepadaku."
Ini bakhil yang kelewatan. Orang-orang yang disebut nama Nabi kita Muhammad 'Alaihis-shalatu wassalam, kemudian dia tidak bershalawat. Bagaimana mungkin dia mau sedekah uang atau hartanya, bershalawat ketika disebut nama Nabi kita Muhammad 'Alaihis-shalatu wassalam disebut saja tidak mau. Padahal itu amalan yang sangat ringan hanya menggerakan lisan untuk bershalawat.
Merasa Cukup Dengan Dirinya
Yang pertama dia bakhil, kemudian "merasa cukup dengan dirinya."
Seakan-akan dia tidak butuh sama rahmat Allah. Sehingga dia tidak menjalankan perintah Allah; dia tidak berdoa, dia tidak memohon, dia tidak tunduk dan minta kepada sang Pencipta. Dia sudah merasa punya. Dan biasanya orang-orang seperti ini memang mempunyai kelebihan dari sisi dunia. Mungkin dia berpikir, hartanya sampai tujuh keturunan, tidak habis. Orang seperti ini termasuk bakhil plus, merasa tidak perlu sama Allah 'Azza wa Jalla.
{ وَكَذَّبَ بِٱلْحُسْنَىٰ ۞ }
"Dan dia mendustakan dengan yang terbaik." (QS. Al-Lail: 9)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: