10 Pasangan Muda Terima Bantuan Atensi dari Sentra Terpadu Kartini

10 Pasangan Muda Terima Bantuan Atensi dari Sentra Terpadu Kartini

BANTUAN salah satu pasangan pengatin usia muda mendaaptkan bantuan Sentra Terpadu Kartini Temanggung. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)--Magelangekspres.com

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID - 10 pasangan muda (anak) di Kabupaten Temanggung menerima bantuan atensi dari Sentra Terpadu Kartini Temanggung. Dengan bantuan ini kedepan pasangan anak ini bisa mandiri dan tidak bergantung padabantuan pemerintah.

Nurul Komariah Budi Utami Penyuluh Sosial Madya Sentara Terpadu Kartini Temanggung menyebutkan, selain bantuan kepada pasangan anak, juga diberikan bantuan kepada 19 penyandang disabilitas netra dan lansia.

"Totalnya ada 29 penerima bantuan, untuk pasangan anak mereka mendapatkan bantuan senilai Rp10 juta," katanya usai penyerahan bantuan atensi di Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Selasa 8 November 2022.

Ia mengatakan, untuk pasangan anak ini, mereka diberikan bantuan sesuai dengan potensi yang dimiliki seperti, bantuan ternak kambing, usaha angkringan, usaha gas dan galon air mineral, berjualan baju, ikan hias dan potensi lainnya.

"Kami juga menyediakan tempat bagi beberapa pasangan muda ini untuk berwirausaha di sekitaran kantor kami," terangnya.

Dikatakan, tidak hanya diberikan bantuan saja, namun kepada penerima bantuan khususnya pasangan muda ini, mereka telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan.

Sehingga kedepan, pasangan muda ini bisa berwirausaha secara mandiri dan tidak bergantung pada bantuan pemerintah lagi.

"Kedepan bisa lebih mandiri dalam menghidupi keluarganya," harapnya.
Sementara itu salah satu pasangan muda berusia Faizal (19) asal Desa Boto Putih Tembarak, menuturkan, dirinya terpaksa menikah karena memang sudah mendapatkan restu dari orangtua, baik orangtua dirinya maupun istrinya.

"Memang saya masih muda, tapi sudah ada restu sehingga kami memutuskan untuk menikah," ungkapnya.

Meskipun harus mencari nafkah di usia muda, namun dirinya tidak pernah menyesal dengan keputusannya untuk menikah.

"Saya memang harus dan wajib menikah, karena saya harus bertanggung jawab merawat dan membesarkan anak yang saat ini sudah ada di kandungan istri saya," tuturnya.

Sementara itu Desya (17) istri Faizal menuturkan, pernikahan di usia dini ini memang sudah menjadi takdir yang harus dijalaninya, rasa tanggung jawab terhadap anak lebih besar dari segalanya.

"Sudah tujuh bulan, dua bulan lagi saya akan menjadi ibu dari anak suami saya ini, kami sudah saling sepakat akan selalu bersama membesarkan anak," tuturnya. (set)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelangekspres.com