Cegah Risiko Keracunan, Dinkes Kabupaten Wonosobo Perketat Benteng Keamanan Pangan MBG
KADINKES. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Wonosobo, Jaelan Sulat.-AGUS SUPRIYADI-WONOSOBO EKSPRES
WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonosobo menerapkan sistem pengawasan berlapis untuk menjamin keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini sebagai upaya guna memitigasi risiko kontaminasi bakteri seiring dengan masifnya jumlah penerima manfaat yang mencapai 164.270 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Wonosobo, Jaelan Sulat, menegaskan bahwa standar ketat ini merupakan harga mati, mengingat Wonosobo merupakan lokasi percontohan nasional sejak beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
BACA JUGA:Pemkab Wonosobo Adakan Layanan Aduan Program MBG
BACA JUGA:Akhir Pilu Pencarian Pemuda Desa Maron Wonosobo, Ditemukan Meninggal di Tepi Telaga Menjer
Untuk memastikan 82 SPPG yang beroperasi memenuhi standar kesehatan, Dinkes Wonosobo menerapkan beberapa instrumen keamanan kunci diantaranya, uji organoleptik harian, Sertifikasi Higiene (SLHS), edukasi penjamah makanan dan sistem bank sampel.
"Semakin panjang rentang waktu antara pengolahan dan distribusi, semakin tinggi risiko kontaminasi. Kami ingin memastikan risiko terkendali sejak bahan baku diterima hingga sampai ke tangan penerima," ujarnya, Kamis 12 Februari 2026.
Menyadari potensi risiko yang berbanding lurus dengan jumlah penerima, Dinkes telah membentuk Tim Gerak Cepat di tingkat Puskesmas.
BACA JUGA:Anggaran Belum Cair, SPPG Jlamprang Wonosobo Hentikan Operasional
BACA JUGA:Lupa Cabut Kunci, Motor Karyawan Toko di Wonosobo Nyaris Raib Digasak Residivis
BACA JUGA:Capai 124 Ribu Wisatawan, Inilah Festival Balon Udara yang Banyak Dikunjungi Saat Libur Lebaran
Tim ini ditargetkan mampu menangani kejadian luar biasa maksimal dalam waktu 1x24 jam.
Karena belum adanya perwakilan teknis Badan Gizi Nasional di tingkat daerah, Dinkes Wonosobo juga membuka jalur pengaduan masyarakat melalui PSC 119.
Layanan ini berfungsi sebagai pusat informasi dan pelaporan cepat jika ditemukan masalah pada kualitas makanan yang dibagikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: wonosobo ekspres