Dinkes Wonosobo Temukan 58 Makanan Berbahan Kimia Berbahaya
MENEMUKAN. Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonosobo menemukan puluhan sampel makanan positif mengandung formalin hingga boraks.-MENEMUKAN. Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonosobo menemukan puluhan sampel makanan positif mengandung formalin hingga boraks.-
WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonosobo kembali menemukan puluhan sampel makanan positif mengandung formalin hingga boraks di sejumlah pasar tradisional.
Dalam rangkaian sidak yang digelar sejak 19 Februari hingga Selasa (3/3), petugas menyisir titik-titik krusial seperti Pasar Induk Wonosobo, Kalibeber, Jawar, Sapuran, hingga Kaliwiro. Hasilnya cukup mengkhawatirkan, dari 179 sampel yang diuji, 58 di antaranya positif mengandung bahan kimia berbahaya.
Ironisnya, temuan ini bukan hal baru. Kepala Bidang Pelayanan dan SDK Dinkes Wonosobo, Widi Hartono, mengakui bahwa karakteristik dan pola temuan zat berbahaya ini masih sama dari tahun ke tahun.
“Dari tahun ke tahun, karakteristik temuan dalam operasi pasar ini polanya masih sama. Empat indikator (boraks, formalin, pewarna merah, dan pewarna kuning) masih kami temukan hingga saat ini,” ujar Widi, Selasa (3/3).
BACA JUGA:SPPG Giyanti Temanggung Ditutup, Makanan Berjamur Picu Evaluasi MBG
Data Dinkes menunjukkan "pemain lama" yang mendominasi pelanggaran adalah, Formalin, yang banyak ditemukan pada ikan teri asin dan cumi asin.
Boraks masih ditemukan dalam bentuk garam bleng yang dijual bebas dan pewarna tekstil: makanan dengan warna mencolok yang tidak wajar.
Menyikapi temuan ini, tim gabungan yang melibatkan Satpol PP dan Kepolisian langsung menyita produk berbahaya tersebut dari peredaran. Para pedagang yang kedapatan membandel diminta membuat surat pernyataan bermaterai agar tidak mengulangi perbuatannya.
Namun, berulangnya pola temuan ini memicu pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan rantai pasok dari hulu ke hilir. Jika komoditas seperti teri berformalin dan garam bleng terus muncul setiap tahun, edukasi saja dirasa tidak cukup tanpa pemutusan jalur distribusi utama.
BACA JUGA:Tingkat Kepatuhan Warga Kota Magelang Bayar Pajak Kendaraan di Atas 80 Persen
Dinkes mengimbau warga untuk lebih jeli saat berbelanja. Salah satu ciri fisik yang paling mudah dikenali adalah pada ikan asin.
“Waspadai ikan asin, seperti ikan teri, yang tidak dikerubungi lalat. Itu indikasi kuat mengandung formalin. Hindari juga makanan dengan warna yang terlalu mencolok,” tambah Widi.
Setelah menyisir Selomerto dan sekitarnya, operasi pasar ini dijadwalkan akan berlanjut ke Pasar Garung untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat menjelang hari raya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres