S1 Ekonomi Pembangunan Untidar Gelar Seminar Internasional, Bahas Inclusive Development Riset Berkelanjutan
Suasana diskusi dalam seminar internasional bertajuk "Inclusive Development & Research in Higher Education" yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Tidar secara hibrida, Selasa (12/5/2026).-IST-MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Tidar kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi, melalui penyelenggaraan Seminar Internasional bertajuk “Inclusive Development & Research in Higher Education”, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid di Fakultas Ekonomi Universitas Tidar tersebut menghadirkan dua narasumber internasional, sekaligus Praktisi Profesional Internasional dibidang Ekonomi dan pakar Kurikulum dari Global Education Counselling, London, United Kingdom, yakni Prof. Dr. Richard Tomlins dan Dr. Theodoros Theodorou.
Seminar internasional ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Ekonomi Pembangunan dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kapasitas riset dan pendidikan tinggi yang inklusif, berkelanjutan, serta responsif terhadap tantangan global.
BACA JUGA:Resmi Jadi Guru Besar Untidar, Prof Mimi Tawarkan Solusi Literasi Berbasis Budaya Lokal
Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Tidar, Dinar Melani Hutajulu, S.Pd., M.Si. menyampaikan bahwa isu pembangunan inklusif, ekonomi hijau, transformasi digital, dan penguatan pendidikan lintas negara (Transnational Education/TNE) menjadi agenda strategis yang perlu dipahami oleh sivitas akademika.
“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek inklusivitas, keberlanjutan lingkungan, dan pemerataan akses pendidikan,” ujarnya.
Tema yang diangkat dalam seminar ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Selain membahas pengembangan pendidikan tinggi yang inklusif, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya riset kolaboratif internasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Salah satu contoh nyata yang disampaikan adalah hasil penelitian terkait riset inklusi yang didanai oleh British Council dan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Coventry University, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Tidar.
Hasil penelitian tersebut menghasilkan policy brief yang membahas penguatan pembangunan inklusif dan pengembangan pendidikan berkelanjutan.
Publik dapat mengakses hasil penelitian tersebut melalui laman resmi LPPM Universitas Tidar di Policy Brief LPPM Universitas Tidar.
BACA JUGA:Modus Curang UTBK 2026 Untidar Terbongkar, Peserta Pakai Earpiece Terkoneksi Joki
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Tidar, Prof. Dr. Izza Mafruhah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas akademik serta memperkuat reputasi internasional institusi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres