Kisah Penuh Hikmah dari Syaikh Ibnu Baz Rahimahullah

Kisah Penuh Hikmah dari Syaikh Ibnu Baz Rahimahullah

Kisah Penuh Hikmah dari Syaikh Ibnu Baz Rahimahullah--

MAGELANG EKSPRES.ID-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz atau yang biasa dikenal dengan Syaikh Ibnu Baz rahimahullah adalah sosok ulama besar abad ini.

Keteladanan beliau bukan hanya dalam hal ilmu, namun juga dalam hal amal dan muamalah. Berikut beberapa kisah teladan yang menarik tentang beliau, semoga Allah jadikan sebagai sebab kebaikan bagi kita.

Kisah-kisah yang tak terlupakan tentang kasih sayang, hikmah, dan semangat membantu kebutuhan manusia dari Syaikh kami, al-‘Allamah Abdul Aziz bin Baz rahimahullah.

Cerita-cerita berikut dikisahkan oleh salah seorang penuntut ilmu yang lama menemani beliau dan mendampingi beliau bertahun-tahun. Ia melihat sikap-sikap beliau yang tak terlupakan dalam kasih sayang, kebijaksanaan dan semangat untuk membantu kebutuhan manusia.

Semoga Allah merahmati Syaikh Ibnu Baz dan membalas beliau dengan sebaik-baik balasan untuk umat ini.
Kisah Pertama

Penuntut ilmu ini berkata: “Aku pernah bersama Syaikh Ibnu Baz menuju shalat Subuh pada hari Jumat di Masjid Imam Turki di daerah ad-Dīrah. Saat itu aku yang menyetir mobil beliau, dan itu terjadi pada tahun 1403 H. Musim dingin sangatlah menusuk.

Ketika sampai di pintu masjid, datang seorang lelaki kepada Syaikh lalu berkata: ‘Wahai Syaikh, saya seorang musafir. Saya tidur di masjid lalu mimpi basah, dan sekarang saya dalam keadaan junub. Kamar mandi masjid tidak ada air hangat, dan saya tidak mengenal seorang pun di sini.’

Maka syaikh menoleh kepadaku dan berkata: “Ajak dia naik mobil, wahai Nāshir. Bawa dia ke rumahku. Biarkan dia mandi, lalu kalian shalat di masjid dekat rumah. Setelah itu suruh para pembantu menyiapkan kasur untuknya, dan biarkan dia istirahat selama yang dibutuhkannya. Setelah itu baru engkau kembali kepadaku.’

Kisah Kedua

Seorang pemuda datang kepada Syaikh dalam keadaan takut, lalu berkata: “Wahai Syaikh, ayahku menyuruhku suatu urusan, tetapi aku melakukan drifting dengan mobil lalu menabrak tembok. Ayahku sangat pemarah. Kalau aku pulang, pasti beliau akan memukulku.”

Maka Syaikh berkata kepadanya: “Berikan nomor ayahmu.”

Lalu Syaikh menelepon sang ayah dan berkata: “Anakmu mengalami kecelakaan, tapi dia selamat. Dan bergembiralah, Anda akan mendapatkan mobil baru seperti mobil Datsun Anda. Tetapi demi saya, jangan sakiti dia.”

Sang ayah pun berkata: “Demi Allah, ini benar-benar kecelakaan yang penuh berkah, karena Yang Mulia Syaikh menelepon saya karenanya. Dapat mobil baru pula, sementara mobil saya memang sudah tua. Demi Allah wahai Syaikh, sungguh saya akan mencium kepala anak saya”. Maka Syaikh pun tertawa dan merasa gembira.

Kisah Ketiga

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: