Waduk Wadaslintang Wonosobo Canangkan Budidaya Bandeng Air Tawar

Minggu 26-11-2023,18:48 WIB
Reporter : Mohammad Mukarom
Editor : Malik Salman

"Ukuran benih bandeng relatif lebih kecil dibandingkan ukuran benih nila merah. Jadi kalau 1 KJA diisi nila merah muat 3-4 ribu ekor, jika diisi benih bandeng air tawar bisa lebih. Kita masih tahap uji coba, rencana kita akan tebar benih sekitar 10rb-20rb ekor," bebernya.

BACA JUGA:Sisir Waduk Wadaslintang, Rohiman Ditemukan Tenggelam Terlilit Jala

Ditambahkan, kegiatannya didanai penuh oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud RI.

Disambut hangat oleh Pemkab Wonosobo. Kepala Bidang Perikanan, Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan, Faridah Hidayati menyanggupi kesiapannya untuk mengawal segala proses tersebut.

"Tentunya kami atas nama pemerintah sangat senang dan siap mengawal. Karena ide ini muncul dari akademisi untuk turut memperhatikan perekonomian masyarakat, khususnya nelayan," katanya saat ditemui, Kamis (23/11) lusa kemarin.

Faridah mengatakan, salah satu bentuk dukungan dari Pemkab Wonosobo yaitu dengan menyediakan sejumlah KJA yang sudah terpasang di badan air dalam, di Waduk Wadaslintang.

BACA JUGA:Buntut Kericuhan vs PSIW, Persibangga Didenda Rp 25 Juta

Ia menyebutkan, waduk tersebut memiliki kapasitas keramba sebanyak 1000 unit KJA. Ukurannya seragam, 6x6 persegi dan tertanam di ke dalaman waduk hingga 6 meter. Sebagian besar dimanfaatkan masyarakat untuk budidaya ikan nila merah.

"Pihak Udinus nanti bisa menggunakan KJA yang sudah ada. Kita tidak menganjurkan pembuatan KJA baru karena jumlahnya sudah banyak dan demi menjaga kelestarian air juga," ujarnya.

Dia menuturkan, selama masa uji coba nantinya akan melibatkan kelompok nelayan yang ada di Wadaslintang. Namun sebagai percobaan, yang diperkenankan untuk turut menggiatkan budidaya bandeng air tawar hanya 1 kelompok saja.

"Sebenarnya ada sekitar 8 kelompok nelayan dari 125 orang pembudidaya. Tapi karena masih tahap awal, 1 kelompok dulu saja. Sambil nanti kita lihat progresnya," tuturnya.

BACA JUGA:CDK DLHK Regional Jateng Tanam Ribuan Pohon di Wonosobo, Jenis Apa Saja?

Faridah berharap, hasil uji coba penambahan komoditas tersebut dapat berjalan sesuai rencana. Disampaikan, masa permulaan memakan waktu hingga 3 kali sirkulasi proses. Atau dapat dilihat progresnya selambat-lambatnya setahun.

"Semoga lancar. Ini inisiatif bagus karena untuk kesejahteraan nelayan. Meskipun nantinya kita tidak bisa memaksakan mereka untuk turut budidaya bandeng, tapi setidaknya bisa menjadi referensi bahwa bandeng juga punya nilai rupiah yang cukup tinggi," pungkasnya. (mg7)

Kategori :