2. Qiyamul lail, shalat tarawih malan hari di bulan Ramadhan
Disebut tarawih karena berasal dari kata tarwih; tarwih adalah istirahat. Disebut demikian karena ada banyak salam dalam shalat ini; dua rakaat salam, dua rakaat salam, dua rakaat salam.
Sehingga disebut sebagai tarawih karena banyak istirahatnya. Dan ini adalah sebuah ibadah yang agung, yang kita juga hendaknya memperhatikannya. Memang tidak wajib dan tidak setegas puasa bulan Ramadhan, tapi alangkah sayangnya kalau di bulan Ramadhan kita tidak bisa menjalankan shalat tarawih ini.
3. Membaca Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an yang memiliki keutamaan yang sangat tinggi karena termasuk ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Ramadhan dengan dalil yang khusus.
Disunahkan bagi umat Islam untuk memperbanyak tilawah dan bacaan Al-Qur'an selama bulan Ramadhan.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam terbiasa mudarasah (tadarus) Al-Qur'an dengan malaikat Jibril 'Alaihissalam. Sekali khatam bersama Jibril dalam tadarus, kecuali di tahun terakhir Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, di mana Beliau khatam dua kali dalam tadarus bersama Jibril 'Alaihissalam.
4. Sedekah
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam adalah manusia yang paling dermawan. Beliau sudah dermawan sepanjang tahun, tapi kalau masuk bulan Ramadhan, Beliau lebih dermawan lagi.
5. Iktikaf
Iktikaf merupakan ibadah yang senantiasa dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Setiap tahun Beliau iktikaf, yaitu dengan mulazamah, dengan iltizamul masjid, dengan berdiam di masjid.
Mengumpulkan hati untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan berdiam di masjid di sepuluh terakhir bulan Ramadhan, yang diiringi dengan perut yang kosong di siang hari.
Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam wafat, maka istri-istri Beliau yang meneruskan sunnah ini.
6. Umrah
Umrah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat agung. Dalam sebuah hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada seorang wanita yang tidak haji bersama Beliau. Beliau bertanya, "Kenapa Anda tidak haji bersama kami dalam haji wada'?"
Maka wanita ini mengatakan bahwasanya perempun itu tidak memiliki kendaraan yang cukup. Hanya ada satu kendaraan yang membawa suami dan putranya.