Bekal Ramadhan untuk Meraih Kesempurnaan Puasa

Selasa 25-02-2025,06:00 WIB
Reporter : Abu Hammam
Editor : Suroso

MAGELANG EKSPRES-Orang yang hendak safar pasti telah menyiapkan bekal, seperti bekal harta  kendaraan serta  tentang ilmu pengetahuan selama dalam perjalanan. Semua bekal itu sudah disiapkan jauh sebelumnya.

Seperti halnya kita akan segera memasuki bulan Ramadhan. Tentu harus menyiapkan bekal menyambut bulan Ramadhan.

Para sahabat dan ulama masa silam, mereka sangat merindukan bulan Ramadhan. Sebab, bulan Ramadhan mempunyai banyak keutamaan. Sehingga mereka tak menyia-nyiakan bulan penuh berkah tersebut.

BACA JUGA:Panen Pahala Waktu Subuh di Bulan Ramadhan

Mereka sangat berharap  bisa bertemu bulan Ramadhan dengan bekal yang sudah disiapkan. Bahkan enam bulan sebelum Ramadhan, para ulama selalu berdoa memohon kepada Allah Ta’ala agar bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan.

Dan enam bulan setelah Ramadhan, mereka berdoa agar amal-amal di bulan Ramadhan diterima oleh Allah Ta’ala.

Lalu bekal apa yang harus kita siapkan menyambut bulan Ramadhan?

Orang yang ingin mendapatkan kesempurnaan di bulan Ramadhan tentu sudah menyiapkan bekal yang dibutuhkan jauh sebelumnya. Kelengkapan bekal seseorang akan berpengaruh terhadap kesempurnaan yang bakal diraih.

Diantara bekal yang harus disiapkan untuk kesempurnaan Ramadhan adalah :

Membersihkan Hati

Di antara tiga macam hati, ada hati yang sehat itulah hati yang bersih (selamat). Seseorang akan selamat di hari kiamat kelak jika menghadap Allah dengan hati yang bersih.

Allah Ta’ala berfirman,

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)

“(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS. Asy Syu’aro’: 88).

Hati yang bersih (selamat) merupakan lawan dari hati yang sakit. Para ulama berselisih dalam mengungkapkan makna hati yang bersih (selamat).

Definisi yang menyeluruh dalam memahami hal ini, hati yang bersih adalah hati yang selamat dari segala macam bentuk syahwat yang menyalahi perintah Allah atau menerjang larangan-Nya, hati itu pun selamat dari berbagai syubhat yang menyimpang di mana hati yang selamat akan berpaling dari peribadahan kepada selain Allah, selamat dari berhakim dengan selain ajaran Rasul-Nya, selamat dengan mencintai Allah dengan disertai berhakim dengan ajaran Rasul, lalu memiliki rasa takut, harap, tawakkal, inabah (taubat/ kembali) kepada Allah; hati yang bersih akan selalu mengharap ridho Allah dalam segala keadaan dan menjauhi murka-Nya dengan segala cara. Inilah hakekat peribahan kepada Allah yang tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah.

Kategori :