Etika Bisnis dan Jerat Pungli di Destinasi Wisata

Kamis 05-06-2025,20:33 WIB
Editor : Arief Setyoko

BACA JUGA:Geluti Bisnis Pakan Ternak, Alumni Polbangtan Kementan Raup Cuan

Insiden pungli ini harus menjadi otokritik mendalam. Jika tak segera dibenahi, sektor pariwisata hanya akan tumbuh semu, indah di permukaan namun rapuh di dalam. Namun jika dijadikan titik balik, Ratenggaro dapat menjadi teladan bagaimana sebuah komunitas belajar, berbenah, dan bangkit, dengan menjadikan etika sebagai poros pembangunan.

Segenap elemen di NTT harus terus bersinergi mendorong sistem tata kelola pariwisata yang berkualitas. Dengan memperkuat etika bisnis, pariwisata tak hanya menjadi mesin ekonomi, tetapi juga ruang perjumpaan yang bermartabat antara budaya lokal dan masyarakat global.

Artikel ini ditulis: Fransiskus A. Alsis L. Poleng, Mahasiswa Magister Akuntansi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakartaa

Kategori :