Nabi 'Alaihis-shalatu wassalam mengatakan, "Suamimu di jalan Allah" kalau niatnya untuk memberikan nafkah, untuk berbagi rezeki kepada keluarga. Dan engkau sebagai seorang istri, ketika engkau menjaga amanah, menjadi pendamping dia, menjadi ibu buat anak-anaknya, laksanakan tugas itu dengan baik. Jangan banyak menuntut, tapi banyak berbuat.
Dan rumah tangga memang tak ada yang sempurna. Tak ada gading yang tak retak. Maka sang istri berusaha untuk menghormati suaminya dengan segala kekurangan. Laksanakan kewajiban-kewajiban istri.
Kalau ada suami kurang baik, itu urusannya sama Allah. Kalau engkau mau masuk surga kerjakan tugas dan kewajibanmu. Enggak lama hidup di dunia ini, sebentar lagi berangkat. Anggap tadi engkau sedang tidur di atas tikar, anggap engkau sudah tidur di atas kursi di bandara, enggak nyaman. Tidur kanan, miring kanan enggak enak, miring kiri enggak enak. Anggap seperti itu hidupmu. Tapi engkau yakin, sebentar lagi engkau akan pergi. Tapi bagaimana aku berjumpa dengan Allah 'Azza wa Jalla? "Aku sudah melaksanakan tugas-tugasku." Itu yang harus ada di benak setiap perempuan. Dan para suami juga harus bertakwa kepada Allah 'Azza wa Jalla.(*)
*) Dirangkum dari kajian Ustadz Syafiq Riza Basalamah.