Kisah Kedermawanan Salafus Saleh yang Patut Diteladani

Rabu 29-10-2025,05:00 WIB
Reporter : Abu Hammam
Editor : Suroso

Artinya, dia biasa berbagi; dia bawa tepung, gandum, taruh di depan rumahnya orang miskin. Sehingga ketika dia meninggal dunia, orang-orang itu kehilangan shadaqah sembunyi-sembunyi itu. Enggak ada yang tahu, tapi akhirnya mereka jadi tahu.

Kata Ali ibn Husain ibn Ali ibn Abi Thalib radhiyallahu Ta'ala 'anhuma,

"Aku malu sama Allah 'Azza wa Jalla ketika aku melihat salah satu dari saudaraku. Yang aku berdoa memintakan surga buat dia. Tapi aku bakhil sama dia untuk memberikan dunia. Aku takut besok hari kiamat dikatakan kepadaku,”Kalau surga ada di tanganmu, apakah engkau akan bakhil, engkau akan pelit? Padahal engkau berdoa buat dia, untuk supaya dia masuk surga. Lalu sekarang engkau punya harta, punya dunia, berbagi sama dia sulit sekali.

BACA JUGA:Qanaah dengan Nikmat Allah

Kedermawanan Abdurrahman bin Abi Bakrah

Ibn Sirin rahimahullahu Ta'ala mengatakan,

Ada salah satu orang pada masa itu, yang dia sakit.

Lalu, kata dokternya disuruh minum susunya lembu, susunya kerbau.

Orang ini kemudian kirim surat kepada Abdurrahman ibn Abi Bakrah, atau kirim orang. Abdurrahman bin Abi Bakrah ini seorang tabiin. Dia disebutkan yang pertama lahir dari kalangan tabiin, dari anaknya para sahabat di Basrah, di kota Basrah.

Dia kirim surat minta supaya dikirimi satu ekor kerbau betina, untuk diminum susunya, karena dia sakit. Kemudian Abdurrahman bin Abi Bakrah mengirim berapa 900 kerbau. Minta satu, dikirim 900 kerbau.   Kata orang ini, "Aku cuma mau satu." Lalu dibalas sama dia, Semuanya buat engkau.

Kedermawanan Urwah ibn Zubair

Urwah ibn Zubair, adiknya Abdullah bin Zubair, anaknya Asma'. Urwah bin Zubair juga keponakannya Aisyah radhiyallahu Ta'ala 'anha. Dia salah satu dari ulama fikih yang ada di kota Madinah.

Ketika musim ruthab di kebunnya (musim ruthab, musim kurma yang setengah matang, dia menghancurkan tembok yang memagari kebunnya.Bukan pintunya yang dibuka, tapi tembok dihancurkan. Beberapa bagian dihancurkan. Lalu dia undang orang-orang untuk makan di kebunnya. Selesai makan, silakan kalau mau bawa pulang.

Itu semua tidak menjadikan dia miskin. Maka, jangan takut untuk berbagi. Banyak cerita-cerita dari kalangan salafus saleh atau dari zaman kita sekarang tentang mereka yang rajin berbagi, membantu orang lain, di mana Allah tidak mengurangi hartanya, bahkan Allah memberikan berkah kepada dia, di keluarganya dan di harta yang dia miliki.(*)

*) Kajian Ustadz Syafiq Riza Basalamah

Kategori :