Program Speling di Jawa Tengah Efektif Deteksi Tuberkulosis, Sudah Periksa 5,5 Juta Warga

Rabu 05-11-2025,17:21 WIB
Editor : Arief Setyoko

SALATIGA, MAGELANGEKSPRES.ID - Program dokter spesialis keliling (Speling) di Jawa Tengah terbukti efektif membantu pemeriksaan tuberkulosis (TB) di berbagai daerah.

Program yang dijalankan Pemprov Jawa Tengah ini telah menjangkau 706 desa, dengan layanan pemeriksaan kesehatan menggunakan alat portable X-ray untuk mendeteksi gejala TB di masyarakat.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Oktavianus menilai Speling menjadi contoh praktik terbaik dalam pemeriksaan lapangan yang cepat dan menyeluruh.

“Ini luar biasa, saya sudah lihat langsung ada foto rontgen di lokasi. Speling bisa menjangkau masyarakat hingga pelosok,” ujarnya saat meninjau kegiatan Speling dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Boyolali dan Salatiga, Rabu (5/11/2025).

BACA JUGA:Rekayasa Cuaca Tekan Curah Hujan di Jawa Tengah Hingga 70 Persen

Benjamin menjelaskan, Speling dan CKG mampu mendeteksi berbagai penyakit mulai dari diabetes, hipertensi, hingga infeksi paru dan tumor.

Pemeriksaan dilakukan langsung oleh dokter spesialis menggunakan peralatan modern.

“Kalau program seperti ini bisa diterapkan di seluruh Indonesia, maka kesehatan masyarakat akan meningkat pesat. Ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo melalui program cek kesehatan gratis,” katanya.

BACA JUGA:Wapres Gibran Puji Gubernur Ahmad Luthfi Atasi Banjir Jateng dengan Sinergi Pemerintah Pusat

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, penanganan tuberkulosis menjadi prioritas nasional.

Untuk itu, Pemprov Jateng mengintegrasikan program TB Express dengan kegiatan Speling dan CKG di seluruh kabupaten/kota.

“Speling membantu mempercepat deteksi dini. Kegiatan ini membuat masyarakat di desa mendapat layanan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis,” ucapnya.

BACA JUGA:Pedagang Pasar Margasari Teriak Satu Atap! DPRD Tegal Siap Memperjuangkan

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, estimasi kasus TB tahun 2025 mencapai 107.488 kasus.

Hingga 4 November 2025, sudah ditemukan 73.028 kasus atau sekitar 68 persen dari estimasi.

Kategori :