Kemudian setelah itu kita menghidupkan malam itu dengan membaca Al-Qur'an, dengan shalat malam.
Kalau capek, kita tidur, ya kita pulang ke rumah.
Beriktikaf di Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dahulu tidak pernah meninggalkan iktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Tidak pernah sama sekali! Bahkan di akhir hayat Beliau, Beliau beriktikaf sampai 20 hari.
Beriktikaf di akhir Ramadhan sampai 20 hari, karena itu hanya sekali setahun.
Ketika kita bisa beriktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, kita bisa dipastikan melewati malam lailatulqadar dengan ibadah.
Berbeda kalau kita tidak iktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, maka ada kemungkinan kita tidak mendapatkan malam lailatulqadar. Dan kemungkinannya bisa besar.
Tapi kalau kita iktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, kita pasti melewati malam lailatulqadar dengan ibadah.
Bersemangatlah untuk beriktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan di masjid-masjid. Kalau misalnya tidak bisa iktikaf di siang hari, atau tidak bisa iktikaf full sepuluh hari, maka beriktikaflah paling tidak di malam-malamnya saja. Karena lailatulqadar itu ada di malam. Paling tidak, jangan sampai kita tidak melakukan iktikaf ini, karena kerugiannya sangat besar. (*)
*) Kajian Ustadz Dr. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. حفظه الله تعالى