DAK Rp8 Miliar Hilang, Jalan Mojotengah Wonosobo Tertunda 2027

Rabu 04-03-2026,16:07 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Malik Salman

Koordinator Aksi, Hendri, mengatakan bahwa gerakan ini murni keresahan masyarakat tanpa tunggangan kepentingan politik apa pun. Menurutnya, kerusakan jalan sepanjang 6,4 kilometer di ruas Kalibeber-Deroduwur serta 5,1 kilometer di ruas Mojosari-Gondang sudah mencapai titik yang membahayakan.

"Ini bukan soal individu atau golongan, tapi soal keselamatan semua orang. Jalan ini sudah rusak parah selama lima hingga sepuluh tahun terakhir. Selama ini hanya ditambal sulam, lalu rusak lagi," ujarnya.

BACA JUGA:Dinkes Wonosobo Temukan 58 Makanan Berbahan Kimia Berbahaya

Padahal, jalur tersebut merupakan urat nadi ekonomi dan pendidikan. Selain mobilitas harian warga, ruas ini adalah akses utama menuju kawasan wisata religi makam KH Muntaha Al Hafizh dan KH Asy'ari yang selalu ramai peziarah, terutama saat akhir pekan.

Dalam aksi tersebut, warga melayangkan tuntutan tegas kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo, meliputi perbaikan total. Mendesak pengaspalan permanen dan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam.

Kemudian pembangunan drainase terintegrasi agar air tidak kembali merusak badan jalan,  perbaikan harus tuntas sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026, dan meminta proyek ini masuk dalam prioritas utama APBD Tahun Anggaran 2027.

Warga berharap janji ini bukan sekadar "obat penenang" sesaat, mengingat kondisi jalan yang kian menyerupai sungai saat musim hujan tiba. (*)

Kategori :