Ketika Pompa Pemprov Jawa Tengah Sukses Keringkan Aspal Jalan Semarang-Demak dari Banjir Rob
Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menangani rob yang terjadi di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, membuahkan hasil dengan pengerahan pompa.-ISTIMEWA-MAGELANG EKSPRES
DEMAK, MAGELANGEKSPRES.ID - Di Sayung, air datang bukan dari langit. Ia menyeruak dari utara, pelan namun pasti, seperti janji yang tak pernah benar-benar ditepati. Di pagi-pagi yang sibuk dengan suara gemuruh lalu lalang kendaraan, warga tak lagi menengadah berharap hujan turun.
Mereka memandangi laut, menanti kapan pasang berikutnya akan menggenangi halaman rumah, ruas jalan, bahkan ruang kelas anak-anak mereka.
Lailu Naimatu Rizki barangkali sudah lupa rasa aspal kering di depan pabrik Polytron Jalan Semarang-Demak. Setiap hari ia menunggang motor dari Desa Sidogemah ke Semarang, dan setiap hari pula ia mesti berjudi dengan rob.
BACA JUGA:Banjir Rob Picu Macet Sayung, U-Turn Jalan Semarang-Demak Ditutup
Jika air lebih tinggi dari biasanya, ia menepi. Bukan karena ingin rehat, melainkan agar motornya tak mogok dihantam garam.
Rob bukanlah musibah sesaat di sini. Ia adalah bagian dari sejarah panjang degradasi pesisir utara Jawa, kisah tentang pembukaan tambak, penggundulan mangrove, hingga beban industrialisasi yang membuat tanah-tanah kehilangan pijakan.
Di Kecamatan Sayung, tanah perlahan turun hingga belasan sentimeter per tahun. Air laut hanya mengambil ruang yang memang sudah ditinggalkan daratan.
BACA JUGA:Pesan Gubernur, Bangun Jawa Tengah Tak Bisa Sendiri-sendiri
Dulu, Desa Tambaksari berada satu kilometer lebih dari pantai. Kini, ombak mencium sisinya. Di tahun 1990-an, sebagian warga masih bisa bercocok tanam. Dua dekade berselang, mereka hanya memanen air asin.
Khotimah, seorang ibu dari Desa Purwosari, barangkali tak tahu persis bagaimana peta berubah.
Namun, ia tahu bagaimana rasanya memandikan anak dengan air keruh, atau mengantar ke sekolah melewati rob yang meninggalkan bau payau di karpet motor.
Jalan menuju pasar pun bisa menjadi perjalanan yang gagal hanya karena waktu bertabrakan dengan pasang.
BACA JUGA:Tol Semarang-Demak Seksi 1 Jadi Harapan Baru Atasi Rob dan Banjir di Pesisir Utara
Namun air tidak selamanya menang. Sejak akhir Mei 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengerahkan pompa-pompa raksasa untuk mengeringkan Sayung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres