Guru An-Nawawi Perdalam Implementasi Kurikulum Merdeka

Guru An-Nawawi Perdalam Implementasi Kurikulum Merdeka

WORKSHOP. MA An-Nawawi Berjan saat menggelar workshop P5 dan P2RA guna memperdalam pemahaman penerapan kurikulum merdeka. (foto : Lukman Hakim/Purworejo Ekspres)--Magelangekspres.com

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID – Sejumlah guru dari MA, MTs An-Nawawi Berjan dan MTs An-Nawawi Kaligesing diberikan workshop Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil’alamin (P2RA). Workshop tersebut dilaksanakan guna meningkatkan pemahaman guru tentang kurikulum merdeka.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, dari Rabu (28/12) hingga Kamis (29/12) ini dibuka secara simbolis oleh H. Fatchur Rohman, M.Pd.I., Kepala Kantor Kemenag Purworejo.

Workshop menghadirkan narasumber H.M. Siswanto, M.Pd.I., Kepala MAN 2 Banyumas, serta Dr.H. Turi, M.Pd.I., Pengawas Madrasah Kantor Kemenag Purworejo.

Dalam pembukaan workshop, juga dihadiri Kepala MA An Nawawi Berjan Purworejo H. Sahlan, S.Ag, M.S.I dan Ketua Yayasan An Nawawi KRM Maulana Alwi, S.H.

Menurut Siti Chodijah, S.Psi., Ketua Panitia Workshop, beragam materi disampaikan Narasumber. Pada hari pertama, dengan narasumber Pengawas Madrasah, Turi, materinya tentang Kebijakan Kurikulum Merdeka, Merancang dan Mengembangkan Kegiatan Projek, serta Pembentukan MGMP MA An Nawawi Berjan.

“Di hari kedua, dengan narasumber Siswanto, materinya Mengupas Cara Agar Projek Berjalan Lancar, Mengolah dan Menyusun Pelaporan Hasil Projek serta Penyusunan Produk Workshop dan Evaluasi,” jelas Sicho, panggilan akrab Siti Chodijah.

Diungkapkan oleh Sicho, bahwa kegiatan workshop ini sebenarnya melanjutkan dari workshop yang sudah digelar di semester sebelumnya tentang implementasi Kurikulum Merdeka. Menurutnya, karena hal ini masih baru, banyak guru yang belum begitu paham bagaimana membentuk projek yang benar sesuai yang diharapkan pemerintah itu seperti apa.

“Untuk projeknya sendiri, kalau dari Kementerian Pendidikan hanya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Tapi khusus sekolah dibawah Kemenag ada tambahan P2RA (Profil Pelajar Rahmatan Lil’alamin),” jelas Sicho.

Projek ini, kata Sicho, merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka dan berdiri sendiri di luar mapel. Banyak tema yang terdapat dalam P5, diantaranya Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa Raganya, Suara Demokrasi, Rekayasa dan Teknologi, Kewirausahaan dan Kebekerjaan.

Disampaikan pula, di MA An Nawawi Berjan, projek yang sudah dilaksanakan temanya Gaya Hidup Berkelanjutan. Dalam projek ini, siswa membuat produk dari tema itu. Diantaranya, mereka membuat produk berbentuk lampu dari barang bekas.

“Jadi tujuan workshop untuk menambah pengetahuan, karena para guru belum begitu paham tentang Kurikulum Merdeka,” ujar Sicho.
Dia menyebut, setelah memahami, guru akan semakin menguasai projek yang benar sesuai harapan pemerintah. Dan Kurikulum Merdeka ini baru diberlakukan untuk siswa kelas X.

Sementara kelas XI dan masih menggunakan Kurikulum 13.
“Kegiatan ini akan terus berlanjut. Kedepan juga akan ada workshop lainnya, misalnya tentang penilaian, penelitian. Supaya guru-guru satu pemahaman. Biar mereka tahu cara menyusun modul seperti apa, menilainya seperti apa. Itu kan ada panduannya sendiri,” pungkas Sicho. (luk)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: magelangekspres.com