Sentra Terpadu Kartini Temanggung Fokus Bentuk Mental Disabilitas Siap Berwirausaha

Sentra Terpadu Kartini Temanggung Fokus Bentuk Mental Disabilitas Siap Berwirausaha

LATIHAN. Salah satu penyandang disabilitas dari Kabupaten Grobogan mulai berlatih menjahit di Sentra Terpadu Kartini di Temanggung, Rabu, 7 Juni 2023.-Setyo wuwuh/temanggung ekspres-MAGELANG EKSPRES

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID - Sentra Terpadu Kartini di Temanggung tidak hanya akan memberikan keterampilan saja kepada para penyandang disabilitas binaannya, namun juga akan memupuk mentalnya sehingga mereka siap berwirausaha.

"Selain keterampilan dalam berbagai bidang, kami akan berusaha membentuk mental para penerima manfaat untuk siap terjun menjadi wirausahawan," kata Kepala Sentra Terpadu Kartini di Temanggung, Iyan Kusmadiana, di sela meninjau pelatihan keterampilan menjahit, Rabu, 7 Juni 2023.

Ia mengatakan, saat ini ada 33 penyandang disabilitas dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang sedang mengikuti program pengembangan kewirausahaan. Mereka akan belajar berbagai macam keterampilan.

Disebutkan, pihaknya menyediakan berbagai macam kegiatan pelatihan keterampilan, di antaranya, keterampilan menjahit, kuliner, pijat, usaha warung, ternak itik, ternak kambing, pertukangan tukang kayu, bahkan ada pelatihan kewirausahaan jualan es dan pembuatan sangkar burung hingga sol sepatu.

BACA JUGA:Jelang Musim Kemarau, BPBD Temanggung Siapkan 151 Tangki Air Bersih untuk Daerah Kekeringan

"Dari berbagai macam keterampilan yang ada, peserta dari Kabupaten Grobogan ini akan mengikuti pelatihan ternak kambing dan menjahit, ini dari hasil assesment yang kami lakukan mereka lebih banyak tertarik ke dua kegiatan pelatihan tersebut," terangnya.

Disampaikan, pelatihan akan dilaksanakan kurang lebih tiga pekan, dari 5-22 Juni 2023. Selama mengikuti pelatihan pengembangan kewirausahaan, peserta tidak hanya akan diasah dalam keterampilan, tetapi juga nilai dan sikap yang dibutuhkan untuk menjadi wirausaha yang tangguh dan mampu bersaing dengan produk yang sudah ada di pasaran.

"Peserta juga akan diajarkan keterampilan mengelola hasil usahanya dengan baik. Program ini didasarkan pada identifikasi masalah, asesmen kebutuhan, penelusuran minat dan bakat, serta usaha yang telah dirintis oleh para peserta," kata Iyan.

Ia menambahkan, bahwa para penyandang disabilitas ini memiliki potensi untuk menjadi role model dan success story dalam dunia kewirausahaan.

"Kami akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana manfaat dan dampak bantuan ATENSI yang telah diberikan dalam mengembangkan keberfungsian penerima manfaat dan keluarganya," katanya.

BACA JUGA:Diduga Selewengkan Pinjaman Rp4,2 M, SNZ Ditahan Kejari Wonosobo

Sementara itu Wiji Lestari salah satu peserta pelatihan menuturkan, sejak beberapa tahun ini dirinya sudah mulai mengenal dunia menjahit, hanya saja ilmu terapan untuk menjahit belum didapatkannya.

"Selama ini memang saya sudah menjahit, tapi masih butuh ilmu untuk meningkatkan kualitas dari hasil jahitan saya," tuturnya.

Ia berharap, dari pelatihan ini bisa mendapatkan ilmu menjahit dengan baik, sehingga kedepan bisa semakin meningkatkan usaha dalam menjahit.

"Selama ini hanya terima jahitan dari borongan saja, dengan belajar di sini nanti akan mendapatkan ilmu bagaimana membuat pola yang benar dan lain sebagainya, sehingga bisa membuka jasa menjahit untuk umum," harapnya. (set)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: magelang ekspres