Massa Pendemo Al Zaytun Pilih Mundur, Ancam Akan Lanjut ke Istana

Massa Pendemo Al Zaytun Pilih Mundur, Ancam Akan Lanjut ke Istana

Massa dari FIM memilih mundur menjauh dari Gerbang Al Zaytun Indramayu, Jawa Barat.-FOTO : RADAR CIREBON-DNN

MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID - Massa pendemo dari Forum Indramayu Menggugat (FIM)akhirnya memutuskan membubarkan diri sekitar pukul 12.00 WIB usai terlibat aksi saling dorong dengan kepolisian di dekat Mahad Al Zaytun, Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar.

Aksi saling dorong terjadi usai mereka menggelar unjuk rasa selama sejam. Aparat kepolisian dari Polres Indramayu menjaga para pendemo agar tidak mendekat ke gerbang pondok pesantren Mahad Al Zaytun.

Upaya kepolisian ini untuk memitigasi bentrok antar massa. Pasalnya di depan gerbang pondok pesantren juga ada massa berjumlah ribuan dari internal Mahad Al Zaytun.

Massa dari FIM mengancam akan menggelar unjuk rasa yang lebih besar lagi ke Istana Negara di Jakarta.

Mereka mempertanyakan ketatnya pengamanan dari kepolisian, padahal aksi damai ini sebatas menyampaikan aspirasi.

BACA JUGA:TERUNGKAP! Warga Kota Magelang Jadi Jagal Anjing Dibekuk Polisi

Massa menuntut agar pemerintah turun tangan untuk memeriksa Mahad Al Zaytun, agar tidak selalu menimbulkan kontroversi.

Para peserta aksi juga mendorong agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) serius menyelidiki Mahad Al Zaytun.

Salah satu orator FIM, Carkaya menegaskan, Mahad Al Zaytun hadir tanpa diharapkan rakyat Indramayu dan tiba-tiba membangun dengan begitu megahnya.

“Dia nongkrong tapi nggak tau bangunan dari mana, langsung jadi begitu luas. Kita tidak tahu uangnya dari mana. Yang penting ada manfaatnya bagi rakyat harusnya,” katanya seperti dikutip Radar Cirebon Disway National Network (DNN), Kamis, 15 Juni 2023.

BACA JUGA:Gempa Berpusat di Pacitan Tengah Malam yang Terasa di Magelang Susulannya Sampai 4 Kali

Menurut Carkaya, dalam banyak informasi di media sosial disebutkan bahwa Mahad Al Zaytun sesat dan sampai sekarang masih ramai jadi pembicaraan.

"Karena itu, negara harus hadir untuk membuktikan apakah Al Zaytun sesat atau tidak. Kemudian mengambil tindakan," jelasnya.

"Kami harap ada lembaga yang memastikan kalau Al Zaytun itu sesat atau tidak. Ada organisasi MUI, silakan datang. Kalau tidak sesat sampaikan, kalau sesat fatwakan saja,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: