Kunjungi P4S Hijrah Farm Kuningan, Kementan: Integrated Farming Bisa Tingkatkan Efisiensi

Kunjungi P4S Hijrah Farm Kuningan, Kementan: Integrated Farming Bisa Tingkatkan Efisiensi

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDM) Kementan, Dedi Nursyamsi, saat mengunjungi P4S Hijrah Farm, di Kabupaten Kuningan, Jumat (29/9/2023).--

Namun, pada beberapa musim tertentu , Hijrah Farm membeli sapi di Jawa Timur sebelum Idul Fitri, dengan kapasitas kandang bisa memuat 500 ekor. Untuk kemudian kami gemukkan selama 5 bulan dan dijual pada saat idul adha," terangnya.

Menanggapi itu, Dedi mengatakan, kadar konsentrat yang dibutuhkan untuk menggemukkan sapi sebanyak 16%. Sehingga harus betul-betul diperhatikan sumber proteinnya. Bisa menggunakan ikan yang dijadikan tepung. Terkecuali ternak ruminansia yang harus menggunakan hijauan.

Setelah itu, Aban membahas mengenai operasional kegiatan sehari-hari, dengan ternak sapi dan domba sebagai usaha utama. Aban mengaku jerami digunakan untuk sapi. “Dicacah dulu komposnya juga dibelah. Diberikan ke sawah," terang Aban.

Dedi menerangkan terkait teknis penampungan urin yang biasanya menjadi kesalahan pada peternak.
“Ada penampungan urine. Penampungan ini dibuat miring sehingga langsung mengalir menuju pembuangan. Apalagi untuk sapi perah. Karena urinnya lebih banyak. Tampung. Gunakan untuk POC. Karena kadar nitrogennya tinggi.

Kalau urinenya berasal dari sapi yang birahi, menyusui. Atau bunting, hormonnya banyak. Dan itu merangsang tumbuhan lebih subur," papar Dedi.

Aban menambahkan bahwa hijauan pakan rumput dan hijauan pakan ternak, Konsentratnya digubakan untuk probiotik dan mineral blok. Selain ternak, P4S Hijrah Farm juga melakukan pembibitan yang ditanami indigovera dan semacamnya.

Di akhir kunjungan Dedi menyampaikan kelebihan P4S yang memiliki banyak anggota kelompok.

iantaranya ketika mengalami kesulitan pangan, dapat saling berbagi informasi. Dan ketika mengalami kesulitan penjualan hasil panen, bisa saling bersinergi. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: kementerian pertanian