Diresmikan, Sanggar Reswara Budhoyo Sebagai Wadah bagi Para Seniman Melestarikan Budaya Magelang

Diresmikan, Sanggar Reswara Budhoyo Sebagai Wadah bagi Para Seniman Melestarikan Budaya Magelang

PERESMIAN. Rektor Untidar Prof Sugiyarto serahkan potongan tumpeng kepada Ketua Sanggar Reswara Budhoyo, Henricus Suroto.-Hendri Saputra/Magelang Ekspres-magelangekspres

BOROBUDUR, MAGELANGEKSPRES - Sanggar Reswara Budhoyo sebagai wadah melestarikan seni karawitan, angklung, dan batik, diresmikan, Kamis (26/11), di Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Sanggar Reswara Budhoyo dibentuk Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa (UKM Pelita) Universitas Tidar Magelang.

Peresmian sanggar ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Slamet Ahmad Husein SE MM mewakili Bupati Magelang.

BACA JUGA:Kabupaten Magelang Raih Terbaik 1 Penghargaan Rupabumi

Slamet mengapresiasi dedikasi Untidar, Pemerintah Desa Kenalan, dan para seniman dalam memperjuangkan keberlanjutan budaya dan seni di Kabupaten Magelang.

“Semoga upaya dan semangat nguri-uri kabudayan senantiasa tersemat dalam diri kita semua,” harapnya.

Menurutnya, olah budaya yang dilaksanakan dengan berdirinya Sanggar Reswara Budhoyo menjadi salah satu kontribusi kepada pemerintah dalam upaya pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai perkembangan zaman.

Dalam acara peresmian, Slamet Ahmad Husein, menyerahkan piagam peresmian sanggar kepada Ketua Sanggar Reswara Budhoyo, Henricus Suroto.

Dikatakan, peresmian sanggar ini adalah momen bersejarah yang menandai kemajuan pelestarian dan pengembangan kesenian di Kabupaten Magelang.

BACA JUGA:Bupati Magelang Ajak Aparat Desa Tanggap Penuhi Pelayanan Publik

“Semoga Sanggar Reswara Budhoyo ini, dapat menjadi tempat inspirasi bagi para seniman untuk mengeksplorasi dan memperkaya seni tradisi, serta menjadi tujuan bagi para penikmat seni untuk menikmati keindahan budaya,” tambahnya.

Acara dilanjutkan dengan peninjauan lokasi sanggar serta pertunjukan angklung dan karawitan. Usai peresmian Rektor Untidar Prof Dr Sugiyarto, MSi bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof Dr Parmin SPd MPd ikut memainkan gamelan didampingi oleh Kepala Desa Kenalan, Agus Waluyo Spd I.

Dosen pendamping PPK Ormawa UKM Pelita, Tri Puji Rahayu, SPt MP memastikan keberlanjutan program ini. Apalagi, Desa Kenalan memiliki banyak potensi seni dan budaya yang bisa dikembangkan.

“Program yang sudah berjalan di Desa Kenalan akan tetap berlanjut. UKM Pelita akan terus melakukan monitoring berkaitan dengan program seni budaya di Desa Kenalan. Selain itu, UKM Pelita juga menjadikan Desa Kenalan sebagai desa binaan selama tiga tahun ke depan,” pungkas Tri. (hen/adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: magelang ekspres