Panduan Orang Tua Mendukung Perkembangan Anak Usia Dini yang Sehat

Panduan Orang Tua Mendukung Perkembangan Anak Usia Dini yang Sehat

Asfiyah dan Hanifah Kurniati--

MAGELANGEKSPRES -- Memiliki anak yang sehat adalah harapan setiap orang tua. Sedangkan orang tua merupakan pemeran utama yang menjadi  pondasi awal pada keberlangsungan pertumbuhan dan perkembangan diri anak usia dini. Pada usia dini juga sering disebut dengan “golden age”.

Hal ini disebabkan pada saat anak masih berusia dini anak menjalani suatu proses penting dalam sejarah kehidupannya yang akan berpengaruh pada masa depannya nanti. Pada masa usia dini perkembangan yang terjadi pada anak bisa terlihat dengan jelas, mulai dari bentuk tubuh yang menyangkut tinggi badan maupun berat badan serta kematangan dari setiap fungsi organ tubuh anak.

Selain itu juga pada usia dini merupakan masa yang sangat sesuai untuk mengajarkan tentang kepribadian atau sikap agar anak memiliki dan memahami nilai-nilai karakter yang baik yang tertanam dalam dirinya.

Menurut Masganti (2015) tiga sisi perkembangan pada masa anak usia dini adalah perkembangan fisik, perkembangan kognitif, dan perkembangan sosial emosional. Pada perkembangan Fisik anak akan mengalami perkembangan yang luar biasa mulai dari pertumbuhan sel-sel otak hingga kemampuan motorik kasar seperti berjalan, melompat, memanjat yang tentu tidak kalah penting dengan perkembangan motoric halusnya seperti menulis, menggunting, menggenggam dan sebagainya yang menitik beratkan pada kemampuan koordinasi pada Gerakan tangan dan mata.

Sementara perkembangan kognitif anak pada masa usia dini mulai dapat dikenali ketika anak-anak sudah mampu belajar dengan mulai menggunakan simbol-simbol, seiring dengan perkembangan linguistik atau kemampuan menguasai bahasa yang digunakan. Dan Perkembangan sosial Emosional melibatkan aspek nilai, pengetahuan, dan keterampilan yang memungkinkan anak untuk dapat berhubungan dengan orang lain.

Perkembangannya sering dikaitkan dengan kecenderungan anak ketika melakukan aktivitas berkelompok, seperti bermain dengan teman sebayanya. Rasa takut, percaya diri, kebanggaan, humor, bahkan persahabatan, menjadi bagian yang diperoleh dan didapatkan pada perkembangan sosial-emosional ini.

Optimalisasi perkembangan pada anak usia dini melalui upaya pembelajaran yang diberikan pada anak perlu disesuaikan dengan taraf dan tugas perkembangannya (Samiawan dalam Farida, 2014). Pembelajaran pada anak usia dini tentu tidak bisa disamakan dengan istilah pembelajaran di sekolah pada umumnya.

Pembelajaran anak usia dini merupakan proses interaksi antara anak, orang tua, atau orang dewasa lainnya dalam suatu lingkungan untuk mencapai tugas perkembangan. Interaksi yang dibangun tersebut merupakan faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran yang akan dicapai (Isjoni, 2016). Berkaitan dengan pembelajaran anak usia dini tentu tidak lepas dari tujuan untuk mengoptimalisasi berbagai sisi perkembangan anak usia dini sendiri. Oleh karena itu tentu akan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mendukung.

Faktor utama yang berperan penting adalah faktor dan aspek yang mempengaruhi perkembangan anak usia dini meliputi faktor genetik/hereditas, faktor lingkungan, kondisi kehamilan, komplikasi kelahiran, pemenuhan nutrisi, perawatan kesehatan, kerentanan terhadap penyakit, dan perilaku pemberian stimulus.

Sedangkan, dalam aspek-aspek yang mempengaruhi perkembangan anak usia dini berisikan tentang kepribadian, sosial moral, bahasa, dan kesadaran beragama. Kesimpulannya, perkembangan adalah hal penting bagi setiap anak usia dini yang dipengaruhi oleh beberapa macam aspek. Gangguan pada salah satu aspek perkembangan dapat mempengaruhi aspek perkembangan yang lain.

Untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak dan menyiapkan mereka untuk bermain sekaligus belajar baik di rumah maupun di sekolah. Karena kesehatan anak usia dini merupakan investasi yang akan diperlukan mereka kelak di usia dewasa. Dengan tubuh yang sehat dan terjaga, maka berbagai gangguan kesehatan pun juga tak mudah menyerang.

Dengan melakukan cara hidup sehat anak  usia dini sejak kecil, maka mereka pun akan semakin terbiasa untuk melakukan pola hidup sehat hingga dewasa nanti. Salah satu metodenya yakni dengan menggunakan cara yang mudah serta mengasyikkan bagi anak-anak.

Nah, untuk menjaga bagaimana anak usia dini menjadi sehat alangkah sebaiknya kita mengenali ciri-ciri anak usia dini sehat seperti apa.  Dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan semacam panduan dengan Judul Seri Pendidikan Orang Tua:

Menjaga Kesehatan Anak Usia Dini (2020) bahwa ada beberapa ciri yang menunjukkan Anak Usia Dini Sehat, diantaranya :

1.    Tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: