BPBD Wonosobo Akui Keterbatasan Mobil Damkar, Kebakaran Jadi Bencana Prioritas Penanganan

DAMKAR. Pengerahan unit damkar saat penanganan bencana kebakaran di Wonosobo. -istimewa-Magelang Ekspres
WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES - Bencana kebakaran menjadi prioritas penanganan di Kabupaten Wonosobo. Sayangnya, hanya ada 3 buah mobil pemadam kebakaran (damkar) yang bisa beroperasi. BPBD mengaku, keterbatasan unit cukup menjadi kendala.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Wonosobo, Dudy Wardoyo mengungkapkan, hambatan yang biasa ditemui karena terbatasnya unit mobil damkar, ketika terjadi kebakaran yang jaraknya cukup jauh dari pusat kota.
"Misalnya kebakaran di Kecamatan Wadaslintang, itu kan jauh jarak tempuhnya. Kadang kita sudah di lokasi, rumah korban sudah habis. Petugas damkar yang disalahin masyarakat, dikiranya kurang cepat," kata Dudy saat dikonfirmasi baru-baru ini.
Hal-hal demikian cukup sering dialami petugas selama memberikan pelayanan pertolongan pemadaman api. Padahal, kata Dudy, pihaknya sudah berupaya sigap sewaktu menerima laporan terjadinya kebakaran.
BACA JUGA:Truk Semangka 6 Ton Kecelakaan di Wonosobo, Diduga Akibat Rem Blong
"Saya kasihan dengan korban karena belum sempat tertolong, rumahnya atau barangnya yang terbakar sudah hangus, habis. Tapi kan kita sudah berusaha gerak cepat," ujarnya.
Oleh karena itu, Dudy menganggap adanya penambahan fasilitas mobil damkar dirasa perlu. Menurutnya, kebakaran menjadi bencana prioritas, setelah bencana longsor, angin puting beliung, dan banjir.
Paling tidak, minimal ada pengadaan 1 unit mobil damkar lagi, untuk antisipasi jika terjadi kebakaran di sejumlah titik berbeda, dengan waktu yang berbarengan.
"Kalau ada kebakaran di beberapa tempat, ini jadi kendala kita. Tapi terkadang kita dibantu masyarakat yang punya mobil damkar pribadi. Misal kejadian di Wadaslintang, terus ada kejadian lagi di mana gitu, kan susah. Jauh sekali perjalanannya," bebernya.
Kata dia, pengadaan unit sudah diajukan ke pemerintah setempat, dengan mengambil biaya dari APBD Kabupaten Wonosobo tahun anggaran 2024.
BACA JUGA:Jumlah Jamaah Haji di Wonosobo Meningkat, Rencananya Berangkat ke Tanah Suci Pertengahan Mei
"Semoga tahun ini bisa cair, karena ini sebentar lagi kita akan menghadapi musim kemarau. Mobil damkar tidak hanya untuk bencana kebakaran saja, sering juga untuk dropping air bersih kalau pas lagi ada daerah yang kekeringan, terus untuk membersihkan material longsor," tutur Dudy.
Meski begitu, Kalak BPBD itu juga mengaku sudah menganggarkan pengadaan mesin alkon di seluruh kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Tujuannya, agar tiap wilayah bisa membantu tugas pihak damkar, selagi masih dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran.
"Kita sudah anggarkan untuk alkon di setiap kecamatan. Kalau petugas damkar belum datang, masyarakat bisa membuat pertolongan pertama dengan alat itu. Setidaknya, supaya api tidak menjalar," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: magelang ekspres