250 Penerima Bansos di Wonosobo Dilatih Kerajinan, Berpeluang Tembus Pasar Luar

250 Penerima Bansos di Wonosobo Dilatih Kerajinan, Berpeluang Tembus Pasar Luar

BANSOS. Sebanyak 250 penerima bansos di Wonosobo menerima pelatihan membuat kerajinan anyaman dari eceng gondok dari Kemensos RI.-AGUS SUPRIYADI-WONOSOBO EKSPRES

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID - Sebanyak 250 penerima bansos di Kabupaten Wonosobo menerima pelatihan membuat kerajinan anyaman dari eceng gondok dari Kemensos RI di Balai DesaSelokromo, beberapa waktu lalu.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat yang diinisiasi Kemensos RI, bekerja sama dengan pihak swasta.

Hasil produksi kerajinan lokal tersebut telah diekspor mengekspor ke berbagai negara di Eropa dan Amerika.

BACA JUGA:315 Peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi di Wonosobo Terima Sertifikat

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang agar warga memiliki keterampilan produktif yang bisa menunjang ekonomi keluarga, terutama di tengah waktu luang yang bisa dimanfaatkan secara positif.

"Produk anyaman ini berpeluang besar menembus pasar internasional, asalkan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, oleh karena itu peserta pelatihan akan dibimbing langsung oleh pelatih profesional," ungkapnya.

Pihaknya juga menilai inisiatif ini sejalan dengan semangat pemerintah daerah dalam menciptakan peluang usaha berbasis potensi desa.

BACA JUGA:Tak Mau Sia-siakan Potensi Tembakau di Wonosobo, Masyarakat Ikuti Pelatihan Blending

“Kami menyambut baik pelatihan ini karena memberikanpeluang nyata bagi masyarakat, khususnya penerima bansos, untuk mandiri secara ekonomi. Pemkab siap mendampingi agar Wonosobo bisa menjadi sentra kerajinan enceng gondok yang berdaya saing tinggi,” ujar Bupati.

Pemkab yakin bahwa program pelatihan keterampilan seperti ini akan berdampak positif, tidak hanya bagi penerima manfaat langsung, tetapi juga dalam menggerakkan ekonomi desa secara luas.

"Pemkab berkomitmen terus mendukung langkah-langkah pemberdayaan yang kolaboratif, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat kecil," ucapnya.

BACA JUGA:Fasilitasi Pelatihan Kerja, Pemkab Wonosobo Sebut Partisipasi Kerja Capai 6,3 Persen

BACA JUGA:Juli 2025, Sekolah Rakyat di Jateng Resmi Beroperasi

Salah satu peserta, Tri Utami, warga Dusun Mentasari, Desa Selokromo, menyampaikan antusiasmenya setelah dua hari mengikuti pelatihan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: wonosobo ekspres

Berita Terkait