Keren! Kabupaten Magelang Segera Pasang Utilitas Bawah Tanah
SEMRAWUT. Kondisi utilitas di Jalan Simpang Karet-Mendut terlihat semrawut karena tidak teratur dan terpasang di udara.(foto : ika zahara/magelang ekspres)--Magelangekspres.com
KABUPATEN MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID - Sebagai upaya dukungan terhadap Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Candi Borobudur, Pemkab Magelang bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan mengubah jaringan utilitas listrik udara ke bawah tanah. Dengan demikian diharapkan, kawasan menuju Borobudur lebih estetik dan aman terhadap gangguan cuaca ekstrem.
Manager Unit Layanan Pelanggan PLN Rayon Borobudur, Deva Raditya mengatakan di tahun 2023 ini, pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Magelang akan mengganti jaringan listrik di udara dengan terobosan underground. Hal ini untuk menciptakan estetika sepanjang jalan menuju kawasan wisata Candi Borobudur.
"Secara bertahap akan diubah menjadi jaringan bawah tanah, mulai tahun 2023," kata Deva, Selasa, 3 Januari 2022.
Menurut rencana, perubahan utilitas listrik PLN udara ke bawah tanah akan dimulai dari persimpangan Palbapang menuju simpang Karet (patung Soekarno-Hatta), Mungkid, Kabupaten Magelang.
"Kemudian diteruskan sampai ke wilayah Borobudur yang menjadi KSPN," jelasnya.
Sementara itu Supervisor Teknik, Fahmi Urfa Hanif memaparkan di tahun 2023 kolaborasi dengan DPUPR berupa penggantian utilitas bawah tanah memberikan banyak dampak positif.
"Selain terhindar dari ancaman kerusakan akibat cuaca ekstrem, kabel bawah tanah juga lebih rapi dan estetika kawasan akan terjaga. Apalagi di kawasan menuju Candi Borobudur. Kita ingin seperti kota-kota besar lain yang sudah lebih dulu menerapkan utilitas bawah tanah," tandasnya.
Salah satu warga Muntilan, Kabupaten Magelang, Agus Surpiyantoro mengaku senang jika nanti kabel listrik berada di bawah tanah. Sebagai penghobi fotografi itu, kabel listrik dan telepon yang terpasang di udara sangat mengganggu pemandangan eksotis kawasan Kabupaten Magelang yang terekam di kameranya.
"Tentu sangat setuju kalau nanti akan diganti dengan kabel bawah tanah. Kalau bisa tidak cuma kabel listrik tapi telepon juga. Karena jaringan telepon dan internet inilah yang sebenarnya sangat merusak estetika," ucapnya.
Agus pernah melihat di kawasan Jalan Raya Bandongan menuju Kaliangkrik, yang juga merupakan kawasan pariwisata unggulan, pemandangannya terkesan semrawut akibat jaringan kabel yang tidak tertata.
"Saya sempat heran, kenapa sampai ada 3 tiang telepon dalam satu titik. Kabelnya itu saya lihat kecil-kecil, seharusnya tidak perlu dong didirikan 3 tiang," ucapnya.
Dia mendesak, Pemkab Magelang bersifat tegas menyikapi pemasangan jaringan kabel maupun tiang penyangga yang tidak beraturan. Pemerintah diminta membuat payung hukum agar penggunaan tiang telepon dan jaringan optik lainnya lebih tertata rapi.
"Sayang kan kalau jalannya sudah bagus, pemandangan kanan kiri juga indah, tapi jadi rusak gara-gara kabel dan tiang telepon dipasang sembarangan," pungkasnya. (wid/mg1)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelangekspres.com